Growthmates, banyak penderita diabetes bertanya-tanya apakah mengganti nasi putih dengan nasi merah bisa membantu mengontrol kadar gula darah.
Tidak sedikit pula yang memilih menghindari nasi putih sepenuhnya karena khawatir gula darah akan melonjak.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM, FINASIM, menjelaskan bahwa nasi putih maupun nasi merah sama-sama merupakan sumber karbohidrat.
Perbedaannya, kata dia, terletak pada pengaruhnya terhadap kenaikan gula darah setelah dikonsumsi.
"Nasi putih dan nasi merah dua-duanya sumber karbohidrat. Tetapi nasi merah mempunyai beberapa hal yang positif, terutama kandungan seratnya dan yang paling penting indeks glikemiknya lebih rendah, sekitar 55, sedangkan nasi putih sekitar 72," jelas Prof. Zubairi, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Rabu (1/7/2026).
Prof. Zubairi menjelaskan, indeks glikemik yang lebih rendah membuat kenaikan gula darah setelah mengonsumsi nasi merah cenderung lebih lambat dibandingkan nasi putih.
"Kalau kita makan nasi merah, kadar gula darah akan naik, tetapi tidak setinggi nasi putih. Kalau makan nasi putih, kenaikannya bisa sekitar satu setengah kali lebih tinggi. Jadi dari sisi peningkatan gula darah, nasi merah memang lebih baik," jelasnya.
Baca Juga: Bukan Hanya Gula Darah, Ini Alasan Pasien Diabetes Perlu Pantau LDL-C dan Fungsi Ginjal
Meski demikian, Prof. Zubairi mengingatkan bahwa mengendalikan diabetes tidak cukup hanya dengan mengganti jenis nasi. Pola hidup secara keseluruhan justru memiliki peran yang jauh lebih besar.
"Kebiasaan hidup itu amat sangat penting. Jadi intinya nasi putih boleh, nasi merah boleh. Tetapi kalau memilih nasi putih, kontrol obat dan pengaturan yang lainnya harus lebih ketat," katanya.
Lebih lanjut, Prof. Zubairi menegaskan bahwa penderita diabetes tidak harus menghindari makanan sumber karbohidrat tertentu.
Yang lebih penting, lanjut dia, adalah mengatur jenis dan porsinya dalam setiap waktu makan.
"Pasien kencing manis boleh makan nasi putih, boleh makan nasi merah, boleh makan kentang, singkong ataupun ubi Cilembu, semuanya boleh. Tetapi jangan dikombinasikan. Karbohidratnya pilih satu setiap kali makan," tegas Prof. Zubairi.
Baca Juga: Benarkah Sering Lupa di Usia 30-an Adalah Tanda Otak Menua? Ahli Beberkan Jawabannya