Selain itu, kondisi medis tertentu, seperti diabetes, gangguan ginjal, penyakit hati, dan gangguan tiroid, juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar kolesterol.

Faktor genetik turut berperan dalam menentukan kadar kolesterol seseorang. Salah satu contohnya adalah familial hypercholesterolemia, yaitu kelainan genetik yang menyebabkan kadar kolesterol tinggi, bahkan sejak usia muda. Di samping itu, usia dan jenis kelamin juga dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam darah.

“Usia dan jenis kelamin juga dapat memengaruhi kadar kolesterol seseorang,” tambah dr. Christy yang juga merupakan spesialis Ilmu Penyakit Dalam.

Karena itu, masyarakat disarankan untuk tidak terlalu berfokus pada golongan darah dalam menilai risiko kolesterol tinggi. Upaya pencegahan sebaiknya dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten, termasuk membatasi konsumsi makanan tinggi lemak dan makanan olahan yang mengandung lemak jenuh.

Selain memperhatikan pola makan, aktivitas fisik secara rutin dan menjaga berat badan ideal juga menjadi langkah penting untuk membantu mengendalikan kadar kolesterol. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol pun perlu dihindari atau dibatasi sesuai anjuran kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga tidak kalah penting untuk mengetahui kondisi tubuh dan mendeteksi kemungkinan gangguan kesehatan sejak dini. Dengan mengetahui kadar kolesterol melalui pemeriksaan yang tepat, seseorang dapat mengambil langkah pencegahan maupun memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.

“Rutin melakukan medical check up agar dapat mendeteksi dini bila ada masalah kesehatan dan memperoleh penanganan sejak dini sebelum terlambat dan sulit diobati,” tutup dr. Christy.

Baca Juga: Benarkah Durian Menyebabkan Kolesterol Tinggi? Ini Kata Guru Besar IPB