Kendala pengelolaan sampah masih menjadi tantangan krusial bagi masyarakat Indonesia dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2025 yang jatuh pada tanggal 21 Februari 2025.

Menurut data Sistem Pengolahan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2023, hingga 24 Juli 2024, timbunan sampah nasional yang tercatat dari 290 kabupaten/kota telah mencapai 31,9 juta ton.

Dari total tersebut, 64,3% atau sekitar 20,5 juta ton berhasil terkelola, sementara 35,7% atau sekitar 11,4 juta ton masih belum terkelola dengan optimal.

Memahami situasi di atas, Beiersdorf, perusahaan perawatan kulit terkemuka di dunia yang memiliki brand NIVEA dan Hansaplast, mencanangkan gerakan Peduli Diri, Peduli Lingkungan bersama Beiersdorf.

Inisiatif lokal yang dilakukan Beiersdorf di Indonesia sebagai upaya mengajak masyarakat untuk mengelola sampah dengan lebih bijak, yang bertujuan mendorong perubahan besar yang berdampak positif bagi lingkungan.

Program ini sejalan dengan komitmen Beiersdorf global, yakni #WinWithCare, dalam mendorong terciptanya industri kosmetik dan alat kesehatan yang lebih ramah lingkungan, program ini sekaligus sebagai komitmen Beiersdorf Indonesia dalam pemenuhan kewajiban Tanggung Jawab Produsen yang Diperluas (EPR) sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

Mohamed Mehdi Ben Messaoud, Presiden Direktur Beiersdorf Indonesia, mengatakan, melalui peluncuran inisiatif Peduli Diri, Peduli Lingkungan bersama Beiersdorf, Beiersdorf hadirkan rangkaian solusi yang mudah diakses oleh masyarakat dalam mengelola dan mendaur ulang sampah.

“Didukung penuh oleh KLH RI, saat ini kami berkolaborasi dengan Rekosistem dalam mengintegrasikan kegiatan setor kemasan Beiersdorf dengan Waste Stations di beberapa lokasi strategis, melalui aplikasi mobile yang memudahkan bagi para konsumen mengakses daur ulang,” tutur Mehdi, Kamis (27/2/2025).

Upaya kolektif ini, lanjut Mehdi, merupakan bagian dari langkah Beiersdorf menjalankan komitmen berkelanjutan. Hal ini pun sejalan dengan komitmen Beiersdorf yang telah berjalan dalam mencapai tujuan keberlanjutan, di antaranya:

  • Program kemasan tutup deodoran dari material daur ulang,
  • Pengelolaan serta pengurangan limbah dan CO2 di pabrik Beiersdorf untuk memenuhi komitmen Sustainability in Manufacturing (SIM),
  • Suplai listrik dari sumber energi terbarukan,
  • Mengurangi emisi produksi CO2 melalui pemanfaatan moda transportasi kereta api dalam kegiatan pengiriman barang (Inbound product process). 

Baca Juga: Berperan Membangun Masa Depan yang Ramah Lingkungan, Apa Itu Green Architecture?