Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia, Tropicana Slim kembali menggelar kampanye tahunan Beat Diabetes untuk mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap diabetes, sekaligus memahami peluang remisi diabetes melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat dan konsisten.
Program Beat Diabetes 2026 dilaksanakan secara serentak di 35 kota di Indonesia, sebagai bentuk komitmen Tropicana Slim yang telah dipercaya lebih dari 50 tahun oleh dokter, ahli gizi, dan masyarakat dalam membantu mengelola asupan gula, garam, dan lemak.
Mengusung tema “Beat Diabetes, Kejar Remisi”, kampanye tahun ini menekankan pesan bahwa diabetes bukanlah akhir dari segalanya. Kampanye ini merupakan bagian dari komitmen Tropicana Slim untuk mengedukasi masyarakat bahwa pengelolaan diabetes perlu menitikberatkan perubahan gaya hidup.
Baca Juga: Apa Itu Remisi Diabetes? Bisakah Dilakukan dalam Jangka Panjang? Simak Penjelasan Dokter!
“Dengan pengelolaan yang tepat dan konsisten, diabetes, khususnya tipe 2, dapat mencapai kondisi remisi, yaitu saat kadar gula kembali ke batas normal dan dapat dipertahankan selama minimal 3 bulan tanpa mengonsumsi obat, selama pola hidup sehat dijaga secara konsisten,” ujar Noviana Halim, Brand Manager Tropicana Slim, Minggu (12/4/2026).

Keberhasilan program remisi diabetes dapat diprediksi dari sejumlah faktor, seperti usia, penurunan berat badan, lama diagnosis, perubahan pola makan, serta tingkat aktivitas fisik . dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, MM, MARS, Dip.SN, FINASIM, FRSPH, IDF-F, Founder Komunitas Sobat Diabet, juga menekankan pentingnya pendekatan nutrisi yang menyeluruh bagi diabetesi.
Pola makan seimbang dengan porsi terkontrol sangat penting. Asupan serat membantu menurunkan lonjakan gula darah , sementara bahan alami seperti Habbatussauda terbukti membantu menurunkan gula darah puasa dan HbA1c pada penderita diabetes tipe 2.
“Mikronutrisi, seperti Chromium dan Biotin, dapat mendukung kontrol glikemik serta meningkatkan efektivitas obat diabetes.Selain itu, asupan protein perlu dicukupi untuk menjaga massa otot dan memberikan rasa kenyang lebih lama , sehingga kalori tetap terkendali dan penurunan berat badan dapat tercapai untuk mendukung remisi,” jelas dr. Rudy.
Baca Juga: Hati-hati, Obesitas di Usia Produktif Tingkatkan Risiko Diabetes dan Penyakit Jantung
Pada kesempatan yang sama, Lilla Syifa, seorang pejuang remisi diabetes, turut berbagi pengalamannya. Diungkap Lila, terberat bagi saya adalah menghadapi godaan ngemil dan lapar mata di siang hari, terutama saat melihat makanan manis. Namun, berdasarkan pengalaman pribadi, kunci utamanya terletak pada apa yang dikonsumsi di pagi hari.
“Jika kita memulai hari dengan sarapan bernutrisi tepat dan gula darah terkontrol, biasanya lebih mudah menahan godaan sepanjang hari. Badan tidak mudah lemas atau craving makanan manis,” ucap Lilla.
Melalui kampanye Beat Diabetes 2026, Tropicana Slim berharap dapat terus menjadi teman masyarakat Indonesia dalam perjalanan menuju hidup yang lebih sehat, aktif, dan bermakna.
“Melawan diabetes adalah perjalanan bersama. Kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak menyerah, tetap bergerak, dan percaya bahwa perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membawa dampak besar,” tutup Noviana.