Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham angkat bicara merespons kritik tajam Partai Gerindra yang dialamatkan untuk tiga menteri dari partai Beringin yang saat ini duduk di dalam Kabinet Merah Putih.
Idrus meminta agar seluruh anggota koalisi saling memahami dan menguatkan agar pemerintahan semakin solid, jangan sampai sesama partai koalisi saling tikam untuk kepentingan masing-masing Parpol.
Baca Juga: Usai Bahlil, Meutya Hafid, dan Maman Dikuliti Orang Gerindra, Petinggi Golkar Beraksi!
“Jangan ada permainan antara kita,” kata Idrus dilansir Jumat (30/10/2026).
Tidur sebenarnya tidak masalah dengan kritik yang dilayangkan Gerindra kepada tiga menteri Golkar di dalam Kabinet, asalkan kritik itu bertujuan memperkuat soliditas antar partai koalisi, bukan kritik yang bermotif politik untuk kepentingan kelompok tertentu, jika itu terjadi maka hal ini dapat berimbas pada hubungan baik partai politik koalisi pemerintah.
“Kalau kritikannya disampaikan dengan niat yang tulus, objektif faktual, jujur dan berkeadilan untuk memperkuat koalisi, bagi suksesnya pemerintahan, penguatan itu makin solid," ujarnya.
Idrus menegaskan, kritik yang datang langsung dari kader Prabowo sama sekali tak membuat Golkar menyurutkan dukungan bagi pemerintahan Prabowo. Idrus menegaskan, Partai Beringin bakal selalu bersama Pemerintahan Prabowo.
“Arahan Ketua Umum Bahlil Lahadalia, Golkar memastikan tidak akan goyah sedikitpun dalam mendukung dan mengamankan seluruh agenda strategis pemerintahan dari Prabowo,” ujarnya.
Sebelumnya Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Kamrussamad membeberkan hasil evaluasi partainya terhadap 42 menteri dan wakil menteri di Kabinet Merah Putih. Dalam evaluasi tersebut, ia menyoroti sejumlah persoalan yang berkaitan dengan tiga kementerian yang dipimpin kader dari Partai Golkar.
Pada sektor energi, persoalan bahan bakar minyak (BBM) dan pemadaman listrik berkepanjangan di sejumlah wilayah menjadi catatan penting bagi Kementerian ESDM.
Sementara itu, persoalan judi online dan pinjaman online (pinjol) yang menjerat banyak masyarakat menjadi sorotan terhadap kinerja Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Adapun di sektor usaha lokal, anggota dewan itu menyoroti suku bunga pinjaman bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang dinilai masih tinggi, yakni di atas 20 persen.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut belum terselesaikan secara optimal karena menteri sebagai regulator dinilai belum mengambil peran yang cukup strategis.
Baca Juga: Prabowo Naik Pitam! Minta Bahlil Cabut Konsesi Tambang Mangkrak 2 Tahun, Ada yang 28 Tahun Nganggur
“Karena solidnya gini, di partai politik itu kan banyak orang-orang yang profesional, yang punya kompetensi, yang tidak kalah daripada figur-figur nonpartisan. Jadi, bagaimana supaya figur-figur yang masuk di kabinet ini memenuhi kompetensi yang bisa mendeliver apa yang menjadi program presiden ke masyarakat,” jelas Kamrussamad.