Di tengah dunia yang terus dibayangi krisis kesehatan, dinamika geopolitik, dan percepatan teknologi global, lebih dari 1.200 delegasi dari 30 negara memilih jalur dialog sebagai respons. Asia Youth International Model United Nations 20th (AYIMUN 20th) kembali digelar di Kuala Lumpur, menjadi wadah bagi generasi muda untuk duduk bersama, berdiskusi, dan merumuskan solusi atas tantangan global.

Lebih dari sekadar simulasi konferensi, AYIMUN 20th menegaskan posisinya sebagai salah satu ajang Model United Nations (MUN) terbesar di kawasan Asia Pasifik.

Mengusung tema “Diplomacy in Distress: Steering the World Through Crisis and Change”, konferensi ini menyoroti bagaimana praktik diplomasi diuji di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian, sekaligus menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam membentuk arah masa depan global.

Diselenggarakan pada 16–19 Januari 2026, AYIMUN 20th mempertemukan lebih dari 1.000 delegasi dalam lingkungan pembelajaran internasional yang inklusif, profesional, dan menerapkan standar keamanan tinggi. Para peserta terlibat aktif dalam simulasi perundingan, membahas isu-isu nyata yang tengah dihadapi komunitas global, mulai dari kesehatan, ekonomi, hingga hak asasi manusia.

Konferensi ini berada di bawah naungan International Global Network (IGN), organisasi kepemudaan dan pendidikan global yang telah berkiprah selama satu dekade sejak berdiri pada 2016. IGN dikenal sebagai penyelenggara berbagai konferensi MUN berskala internasional, termasuk AYIMUN dan Asia World Model United Nations (AWMUN), yang secara konsisten menghadirkan ruang belajar lintas budaya bagi ribuan generasi muda dari berbagai negara.

Pada penyelenggaraan ke-20 ini, AYIMUN menghadirkan delapan council yang mengangkat isu-isu paling relevan di tingkat global. WHO membahas kesenjangan distribusi vaksin di wilayah berpenghasilan rendah, UNICEF menyoroti perlindungan anak di industri hiburan dan media digital, sementara UNDP mengangkat krisis perumahan di kawasan urban.

WIPO membahas perlindungan hak musisi di era kecerdasan buatan dan transformasi digital, sedangkan DISEC menyoroti isu keamanan kawasan Asia Tenggara. Dampak global tech winter terhadap negara berkembang menjadi fokus UNCTAD, UNESCO mengangkat pelestarian bahasa yang terancam punah, dan UNHRC membahas perlindungan hak lansia di tengah tren depopulasi global.

Baca Juga: Masuki Tahun ke-16, Diplomat Success Challenge (DSC) Perkuat Ekosistem Wirausaha Indonesia Berkelanjutan

Partisipasi dalam AYIMUN juga mendapat pengakuan dari institusi pendidikan nasional, termasuk Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, yang menilai AYIMUN sebagai ajang pengembangan prestasi dan kompetensi peserta didik.

Melanjutkan komitmen pada pendidikan global dan diplomasi muda, International Global Network telah mengumumkan dua agenda berikutnya, yakni Asia World Model United Nations XIII (AWMUN XIII) yang akan digelar di Seoul, Korea Selatan pada 16–20 April 2026, serta Asia Youth International Model United Nations 21st (AYIMUN 21st) yang akan berlangsung di Bangkok, Thailand pada 26–29 Juni 2026.