Dalam rangka merayakan 35 tahun kehadirannya di Indonesia, McDonald’s Indonesia menghadirkan sebuah film pendek bertajuk ‘Sepenuhnya Indonesia’.

Film ini menjadi refleksi perjalanan panjang McDonald’s yang tumbuh bersama masyarakat, sekaligus penghormatan terhadap nilai-nilai luhur bangsa yang terus relevan hingga hari ini.

Untuk menghidupkan cerita tersebut, McDonald’s Indonesia menggandeng Ario Bayu Wicaksono, aktor yang dikenal lewat karakter kuat dan kedalaman aktingnya.

Kehadiran Ario Bayu dinilai merepresentasikan sosok Indonesia yang santun, hangat, dan membumi, selaras dengan pesan yang ingin disampaikan melalui film ini.

Film pendek ‘Sepenuhnya Indonesia’ ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, melainkan refleksi atas perjalanan dan nilai yang dijalani McDonald’s Indonesia selama lebih dari tiga dekade.

Ario Bayu mengungkapkan bahwa ketertarikannya terlibat dalam film ini berangkat dari narasi yang kuat dan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Yang membuat saya tertarik adalah niat untuk menggambarkan dan mengembangkan nilai-nilai kekeluargaan Indonesia, seperti ramah-tamah, sopan santun, dan atribut-atribut yang kadang kita lupa sebagai orang Indonesia,” papar Ario Bayu, saat Press Conference 'Sepenuhnya Indonesia' di Flix Cinema ASHTA District 8, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Ia pun menuturkan, sejak diskusi awal bersama tim McDonald’s Indonesia, perayaan 35 tahun tidak ingin dimaknai sekadar sebagai penanda usia, melainkan sebagai sebuah tribute to Indonesia yang merefleksikan nilai-nilai luhur dalam keseharian masyarakat. Kedekatan emosional itulah yang membuat cerita ‘Sepenuhnya Indonesia’ terasa relevan baginya.

“Bagi saya film ini merupakan sebuah makna tentang melakukan segala sesuatu dengan hati, berangkat dari niat baik, diupayakan dengan sungguh-sungguh, dan pada akhirnya menghadirkan kebaikan,” terangnya.

Menurut pria kelahiran 6 Februari 1985 ini, di tengah dunia yang bergerak semakin cepat dan dinamis, refleksi terhadap nilai-nilai dasar justru menjadi semakin penting.

“Kadang kita lupa bercermin. Kita lupa refleksi-refleksi kecil tentang siapa kita sebagai bangsa. Dan cerita ini menurut saya menyentuh sekali,” tambahnya.

Baca Juga: McDonald’s Indonesia Refleksikan 35 Tahun Perjalanan Lewat Film ‘Sepenuhnya Indonesia’

Disutradarai oleh sineas Dimas Djayadiningrat, film ini dibangun dengan pendekatan naratif yang sederhana namun emosional. Bagi Ario Bayu, narasi adalah elemen utama yang membuat cerita terasa hidup dan jujur.

“Sebagai aktor, narasi itu poros utama dalam menciptakan sebuah cerita. Bahkan saat kami menontonnya di ruang post-produksi, saya dan Mas Dimas sama-sama tersentuh,” ungkap Ario.

Ia pun berharap, emosi yang dirasakan tim produksi dapat sampai kepada penonton.

“Harapannya, audiens juga bisa merasakan resonansi dari cerita yang ingin kami sampaikan,” katanya.

Secara personal, ada satu adegan dalam film yang sangat dekat dengan pengalaman hidup Ario Bayu. Adegan tersebut menggambarkan kebersamaan dan gotong royong para nelayan, yakni nilai yang menurutnya sangat lekat dengan keseharian masyarakat Indonesia.

“Di usia 26 tahun, saya pernah terjun ke industri perikanan. Setiap jam 4 pagi saya sudah ada di pelelangan ikan, menunggu hasil tangkapan sampai jam 7 pagi,” kenang Ario.

Pengalaman itu membuatnya merasa terhubung dengan salah satu adegan di film, ketika seorang nelayan harus mendapatkan tuna seberat empat kilogram.

“Yang saya lihat waktu itu sama seperti yang kami gambarkan di film ini, semua saling membantu, gotong royong, tidak bertengkar. Apa yang didapat dari alam dibagi secara adil,” jelasnya.

Menurut Ario, realisme inilah yang ingin dihadirkan dalam film pendek ‘Sepenuhnya Indonesia’.

“Itu yang membuat saya merasa, ‘Wow, ini nyata.’ Dan saya harap realisme ini juga bisa mencerminkan nilai-nilai pilihan yang dijalani McDonald’s Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga: 35 Tahun Hadir di Indonesia, Ini Milestone Perjalanan McDonald’s