Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi Utama melontarkan kritik keras kepada Kepala Badan Komunikasi  Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan. 

Kritik tersebut sebagai respons anak buah Kaesang Pangarep itu atas sejumlah pernyataan Syahganda Nainggolan yang dinilai terus-terusan ingin menjatuhkan citra pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga: Survei Sebut Mayoritas Masyarakat Stres Karena Kebijakan Prabowo, Syahganda dan Rocky Bisa ‘Nyebokin’ Nggak Tuh?

Dalam berbagai pernyataanya di berbagai kesempatan, Syahganda Nainggolan kata Dian terus berupaya  membangun persepsi negatif terhadap pemerintahan sebelumnya. Ia juga mengingatkan Syahganda agar tidak menggambarkan nasionalisme seolah hanya melekat pada satu era kepemimpinan.

"Itu Kepala Bakom RI, butuh berapa acara TV lagi untuk menjatuhkan citra Pemerintahan sebelumnya?" tulis Dian Sandi Utama di akun X pribadinya dilansir Olenka.id Kamis (22/10/2026).

Dian mengatakan, masalah nasionalisme tidak bisa dibandingkan dari satu era pemerintahan dengan era pemerintahan lainnya, sebab setiap pemerintahan punya caranya sendiri. 

Menurutnya, menggambarkan era sebelumnya secara buruk bukan pendekatan komunikasi yang bijak, terlebih ketika narasi tersebut disampaikan oleh pejabat dalam lembaga resmi pemerintah.

Dian menyayangkan narasi yang dinilainya dapat menimbulkan kesan bahwa pemerintahan sebelumnya tidak memiliki komitmen nasionalisme yang sama. Ia mengingatkan bahwa komunikasi pemerintah seharusnya tidak menjadikan perbedaan era kepemimpinan sebagai alasan untuk saling merendahkan.

"Jangan seolah anda saja yg paling Nasionalis dan rezim sebelumnya kotor berlumpur," tegasnya.

Meski begitu, Dia mengaku tak kaget dengan pernyataan itu, jauh sebelum masuk ke dalam lingkaran kekuasaan, Syahganda Nainggolan kerap melontarkan kritik yang condong kasar dan menyerang secara personal sebagaimana pernyataan lawasnya yang pernah menyamakan Prabowo dengan Malin Kundang  tokoh yang digambarkan sebagai pemuda durhaka dalam cerita rakyat Sumatera Barat.  

Baca Juga: Jokowi Enggan Menembak Lawan di Ruang Gelap, Orkestrator dan Penumpang Gelap Skandal Ijazah Gibran Akhirnya Terkuak

"Anda juga dulu bilang Pak Prabowo maling kundang!" Pungkas  Dian.