PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) bersama PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia), dengan dukungan PT Allianz Global Investors Asset Management Indonesia (AllianzGI Indonesia), meluncurkan Smartwealth Dollar Floating Rate Fund. Subdana dalam mata uang dolar Amerika Serikat ini tersedia melalui produk asuransi jiwa unit link Premier Plan Assurance dan Ultima Wealth Assurance yang dipasarkan oleh HSBC Indonesia, serta bertujuan mendukung pertumbuhan nilai investasi dalam jangka panjang.
Menurut HSBC Global Affluent Investor Snapshot 2026, survei tahunan HSBC terhadap hampir 10 ribu investor affluent dan high-net-worth di 10 pasar di dunia, saat ini investor memiliki pendekatan “defend and grow” dalam merencanakan keuangan. Tujuan keuangan terfokus antara menjaga dan menumbuhkan kekayaan dengan 57% investor memiliki ketertarikan untuk kepemilikan produk asuransi dalam 12 bulan ke depan. Selain itu, 47% investor memiliki preferensi terhadap eksposur investasi global. Temuan ini menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap peluang di berbagai pasar sebagai bagian dari pengelolaan kekayaan jangka panjang.
Baca Juga: Indonesia Butuh Rata-rata Investasi Rp278 Triliun per Tahun untuk Jalankan Transisi Energi
Ancilla Lily, Chief Partnership Distribution Officer Allianz Life Indonesia, mengatakan, “Perlindungan asuransi berperan penting dalam membantu nasabah mempersiapkan berbagai kebutuhan finansial jangka panjang. Dalam produk asuransi jiwa unit link, pengelolaan nilai investasi dalam polis juga perlu disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko nasabah. Smartwealth Dollar Floating Rate Fund kami hadirkan bersama HSBC Indonesia untuk melengkapi pilihan subdana bagi nasabah yang ingin mengembangkan aset dalam mata uang dolar Amerika Serikat.”
Smartwealth Dollar Floating Rate Fund menawarkan potensi pertumbuhan modal dengan risiko volatilitas suku bunga yang lebih terkendali melalui investasi pada instrumen kredit bunga mengambang (floating rate instruments) serta obligasi berbunga tetap dalam USD. Cakupan investasinya memungkinkan pengelola memilih berbagai instrumen kredit berdasarkan kondisi pasar, kualitas penerbit, dan tingkat risiko. Dengan karakteristik tersebut, Smartwealth Dollar Floating Rate Fund dapat melengkapi alokasi pada kas, obligasi berbunga tetap, dan instrumen berbasis saham dalam portofolio nasabah.
Lanny Hendra, International Wealth and Premier Banking Director HSBC Indonesia, mengatakan, “Bagi nasabah HSBC Premier, perlindungan jangka panjang tidak lagi sekedar mitigasi Risiko, melainkan pilar penting dalam menjaga kesinambungan kekayaan lintas generasi. Sebagian besar nasabah kami memiliki aspirasi internasional, mulai dari dana pendidikan anak ke luar negari hingga perencanaan warisan, yang membutuhkan pengelolaan aset dalam denominasi USD. Melalui instrumen floating rate ini, nasabah mendapatkan fleksibilitas untuk menyeimbangkan strategi ’defend and grow’, memproteksi portofolio dari volatilitas suku bunga global sekaligus mengoptimalkan imbal hasil aset USD secara adaptif.”
Kehadiran Smartwealth Dollar Floating Rate Fund melengkapi rangkaian pilihan subdana dalam mata uang dolar Amerika Serikat yang tersedia bagi nasabah HSBC Indonesia. Dengan karakteristik yang berbeda dari kas, obligasi berbunga tetap, dan instrumen berbasis saham, subdana ini dapat menjadi pilihan bagi nasabah untuk membangun portofolio yang lebih beragam. Sebelum menentukan pilihan subdana, nasabah perlu memahami manfaat, biaya, dan risiko investasi, serta mempertimbangkan tujuan finansial, jangka waktu investasi, dan profil risiko masing-masing.