Langkah percepatan transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui konsolidasi entitas usaha yang dijalankan Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan P. Roeslani mendapat dukungan dari kalangan akademisi. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subiato dalam memperkuat daya saing ekonomi nasional sekaligus menciptakan fondasi pembangunan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa dari total 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan dan sekitar 300 entitas lainnya akan segera menyusul. Konsolidasi tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta memperbesar daya saing perusahaan-perusahaan negara.

Baca Juga: Danantara Targetkan Pangkas 300 BUMN, Fokus Efisiensi dan Perkuat Tata Kelola

Baca Juga: Purbaya Mulai Tarik Dana Rp300 Triliun dari Bank BUMN, Bertahap Pindahkan ke BI

Selain itu, Danantara juga tengah membahas peluang pengembangan sektor-sektor baru yang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, seperti pariwisata, event olahraga, dan industri kreatif. Sektor-sektor tersebut dinilai mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi nasional.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Marihot Manullang, Guru Besar Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru dan mantan Rektor Universitas Simalungun periode 2014–2018, menilai konsolidasi BUMN merupakan langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang lebih efektif.

Menurut pakar Manajemen Strategi, Manajemen Sumber Daya Manusia, dan Manajemen Pemasaran tersebut, penyederhanaan struktur perusahaan akan mempercepat proses pengambilan keputusan serta mengurangi tumpang tindih fungsi antar entitas.

“Kami apresiasi terobosan ini, karena konsolidasi yang dilakukan Danantara merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing BUMN. Dengan struktur yang lebih ramping dan terintegrasi, BUMN akan lebih fokus dalam menjalankan fungsi bisnisnya serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional,” ujar Prof. Marihot dalam keterangannya kepada media, Jumat (26/06/2026). 

Ia juga menilai pengembangan sektor pariwisata, olahraga, dan industri kreatif merupakan strategi yang relevan dengan kebutuhan ekonomi masa depan yang semakin bertumpu pada inovasi dan penciptaan nilai tambah.

Senada dengan itu, Iswadi, Akademisi Universitas Esa Unggul, menyatakan bahwa langkah Danantara patut diapresiasi dan didukung semua pihak, hal tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukan transformasi ekonomi secara menyeluruh.

“Arahan Presiden yang diterjemahkan melalui kebijakan Danantara menunjukkan visi jangka panjang dalam membangun ekonomi nasional yang lebih kuat. Konsolidasi BUMN tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membuka ruang investasi yang lebih sehat dan produktif,” kata Iswadi.

Menurutnya, pengembangan sektor-sektor baru seperti industri kreatif, pariwisata, dan event olahraga memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi karena mampu mendorong aktivitas usaha masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan daerah.

Para akademisi berharap transformasi BUMN melalui Danantara dapat terus berjalan secara konsisten dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, serta orientasi pada peningkatan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian nasional. Dengan demikian, BUMN dapat menjadi motor penggerak pembangunan sekaligus instrumen penting dalam mewujudkan visi Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.