Growthmates, kalsium tak hanya berperan dalam menjaga kekuatan tulang dan gigi, tetapi juga mendukung berbagai fungsi penting dalam tubuh, termasuk kontraksi otot dan fungsi saraf. Namun, ketika asupan kalsium tidak tercukupi dalam jangka panjang, tandanya tidak selalu mudah dikenali.
Pada wanita, sejumlah keluhan yang berkaitan dengan kekurangan kalsium kerap dianggap sebagai bagian dari proses penuaan, efek stres, atau sekadar kelelahan setelah menjalani aktivitas sehari-hari. Padahal, keluhan yang muncul berulang, terutama jika disertai faktor risiko tertentu, sebaiknya tidak diabaikan.
“Banyak wanita mungkin tidak merasakan gejala apa pun akibat kekurangan kalsium, karena prosesnya berlangsung secara bertahap dan memakan waktu lama,” ungkap Dr. Vivek Mahajan, Kepala Layanan Penggantian Sendi dan Kepala Departemen Ortopedi di ISIC Multispeciality Hospital.
Lantas, apa saja tanda yang perlu diperhatikan? Dikutip dari Times of India, Senin (5/10/2026), berikut sejumlah gejala yang patut dikenali.
1. Nyeri Tubuh yang Terus Berulang
Rasa nyeri atau sakit pada tubuh sering dikaitkan dengan aktivitas fisik, jam kerja yang panjang, atau bertambahnya usia. Namun, keluhan yang muncul berulang tanpa penyebab yang jelas sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai hal yang wajar.
Kondisi kesehatan tulang yang kurang baik dapat berkaitan dengan asupan kalsium yang tidak mencukupi dalam jangka panjang.
Meski begitu, nyeri tubuh memiliki banyak kemungkinan penyebab sehingga tidak dapat langsung diartikan sebagai tanda kekurangan kalsium.
2. Sering Mengalami Kram Kaki dan Kejang Otot
Kram kaki yang datang secara tiba-tiba dan terasa menyakitkan juga menjadi salah satu keluhan yang patut diperhatikan. Dalam beberapa kasus, seseorang juga dapat mengalami kejang atau kelemahan otot.
Kalsium memiliki peran dalam membantu fungsi otot. Karena itu, kram yang sering berulang, terutama jika muncul bersamaan dengan keluhan lain, sebaiknya tidak terus-menerus diabaikan.
3. Patah Tulang Akibat Cedera Ringan
Salah satu tanda yang lebih serius adalah mengalami patah tulang setelah terjatuh atau mengalami benturan yang tergolong ringan.
Asupan kalsium yang tidak memadai dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap menurunnya kesehatan tulang.
Kondisi seperti osteopenia dan osteoporosis dapat membuat tulang menjadi lebih rapuh dan meningkatkan risiko patah tulang.
Karena itu, patah tulang akibat cedera ringan sebaiknya menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan medis, bukan sekadar dianggap sebagai kecelakaan biasa.
4. Kuku Mudah Rapuh
Kuku yang mudah patah atau terasa lebih rapuh dari biasanya juga dapat muncul bersamaan dengan kondisi kekurangan kalsium. Meski demikian, kondisi kuku dapat dipengaruhi berbagai faktor lain, mulai dari pola makan hingga kebiasaan perawatan kuku.
Karena itu, kuku rapuh sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya indikator untuk menyimpulkan seseorang mengalami kekurangan kalsium. Perhatikan apakah keluhan tersebut muncul bersama gejala lainnya.
Baca Juga: Autoimun Lebih Banyak Menyerang Wanita, Ini Gejala dan Faktor Risikonya Menurut Pakar