3. Kanker Payudara Hanya Menyerang Perempuan Berusia Lanjut
Kanker payudara memang lebih sering ditemukan pada perempuan berusia lebih tua, tetapi perempuan muda juga dapat mengalaminya, termasuk mereka yang berusia 20-an, 30-an, dan 40-an.
Karena itu, perubahan pada payudara, seperti benjolan, perubahan bentuk, perubahan kulit, puting yang tertarik ke dalam, atau keluarnya cairan yang tidak biasa, tidak boleh diabaikan.
Meski tidak selalu menandakan kanker, perubahan tersebut perlu diperiksakan kepada tenaga medis.
4. Mamografi Menyebabkan Kanker Menyebar dan Tidak Efektif
Mamografi menggunakan sinar-X dosis rendah untuk membantu mendeteksi kanker payudara. Tidak ada bukti bahwa tekanan pada payudara selama pemeriksaan menyebabkan kanker menyebar. Paparan radiasinya juga tergolong rendah.
Mamografi dapat mendeteksi sejumlah kanker sebelum gejala muncul, meskipun tidak semua kasus dapat ditemukan melalui pemeriksaan ini. Sebagian perempuan mungkin merasakan ketidaknyamanan saat payudara ditekan selama prosedur berlangsung.
Perempuan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai waktu dan frekuensi skrining berdasarkan usia, faktor risiko, serta kondisi kesehatannya.
5. Setiap Benjolan di Payudara Berarti Kanker
Tidak semua benjolan di payudara merupakan kanker. Kista, fibroadenoma, dan perubahan hormonal juga dapat menyebabkan benjolan.
Namun, sifat benjolan tidak dapat dipastikan hanya dengan merabanya. Dokter dapat melakukan pemeriksaan klinis, pencitraan seperti USG atau mamografi, serta biopsi jika diperlukan untuk memastikan diagnosis.
Karena itu, perempuan tidak perlu langsung panik saat menemukan benjolan, tetapi juga tidak boleh mengabaikannya. Pemeriksaan medis membantu menentukan penyebab dan penanganan yang tepat.
Semoga informasinya bermanfaat, ya!
Baca Juga: Sering Pakai Bumbu Instan? Ahli Gizi Ingatkan Risiko Kanker Payudara dan Pentingnya Baca Label