Growthmates, di tengah maraknya tren FOMO (Fear Of Missing Out) dan gaya hidup impulsif, mengelola keuangan kini jadi tantangan tersendiri bagi Generasi Z (Gen Z). Terlebih di situasi ekonomi seperti saat ini atau in this economy. Namun, seorang investor dunia sekaligus CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffet, membuktikan bahwa keberhasilan finansial hanya memerlukan kedisiplinan dan pola pikir jangka panjang.

Berdasarkan surat pemegang saham Berkshire Hathaway, Warren Buffet membagikan berbagai kebiasaan finansial dan gaya hidup yang sangat relevan untuk ditiru oleh Generasi Z. Berikut adalah 5 kebiasaan tersebut:

1. Kebiasaan Mengelola Uang

Banyak Generasi Z terjebak dalam pola mengalokasikan uang tabungan dari “sisa gaji”. Akibatnya, uang habis sebelum disisihkan. Dalam catatan historis Berkshire Hathaway, sistem menabung secara konsisten tanpa terburu-buru menghabiskannya menjadi kunci utama pertumbuhan aset jangka panjang.

Gen Z dapat menerapkannya dengan langsung memotong 10%-20% dari penghasilan bulanan ke rekening atau investasi melalui fitur auto-debit sebelum terpakai untuk kebutuhan lain.

Baca Juga: Rahasia Warren Buffett Bangun Kekayaan Sejak Kecil

2. Membedakan Kebutuhan dan Keinginan

Penting bagi Gen Z untuk bijak membedakan antara kebutuhan dan keinginan berdasarkan value suatu barang, bukan sekadar harga atau gengsi. Buffet menekankan dalam memilih atau membeli sesuatu, fokus pada fungsi utamanya serta transparan dan tidak berbelit-belit.

Hal ini mengajarkan Gen Z untuk selalu membedakan antara kebutuhan nyata dan keinginan sesaat. Sebelum membeli barang dengan mengikuti tren gaya hidup, penting untuk melihat nilai fungsi sebenarnya dari barang tersebut, bukan sekadar membeli karena tergiur harga atau gengsi.

3. Menghindari Keputusan Finansial Impulsif

Buffet mengingatkan agar tidak mengambil keputusan finansial secara terburu-buru demi menghindari kesalahan yang merugi. Ia secara jujur mengakui bahwa selama memimpin perusahaan pernah melakukan kesalahan dalam membeli bisnis atau menilai orang. Namun, kunci utamanya adalah tidak membiarkan kesalahan tersebut berlarut-larut.

Gen Z perlu belajar untuk tidak mengambil keputusan uang secara impulsif, seperti tergiur utang paylater atau berbelanja saat emosi, dan segera perbaiki jika pernah membuat keputusan finansial yang salah.

4. Membangun Pola Pikir Jangka Panjang

Keberhasilan finansial sangat membutuhkan pola pikir jangka panjang. Buffet menjelaskan bahwa pandangan investasinya tidak diukur dalam hitungan bulan atau satu tahun saja, melaikan hingga berpuluh-puluh tahun. Menurutnya, bisnis dan aset yang baik membutuhkan waktu untuk tumbuh secara alami.

Gen Z disarankan agar tidak mudah tergiur oleh cara-cara cepat kaya yang berisiko tinggi, melainkan lebih sabar untuk membangun investasi secara konsisten demi masa depan.

Baca Juga: Tak Perlu Repot Pilih Saham, Ini Saran Investasi Warren Buffett untuk Bangun Kekayaan

5. Investasi pada Diri Sendiri

Buffet juga menegaskan investasi paling berharga di luar aset pasar modal adalah investasi pada diri sendiri. Ia menyoroti kisah para pemimpin bisnis sukses yang tidak memiliki latar belakang pendidikan dari sekolah di institusi paling ternama, namun berhasil karena memiliki keahlian nyata dan dorongan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Gen Z dapat menirunya dengan menyisihkan waktu dan uang untuk meningkatkan keterampilan (upskilling), membaca buku, serta menjaga kesehatan guna meningkatkan nilai diri dan mencapai kebebasan finansial.

Mengelola keuangan dengan bijak bukan berarti Gen Z harus hidup serba berkekurangan. Pembelajaran tahunan dan kebiasaan Warren Buffet mengajarkan bahwa kontrol diri, memahami antara kebutuhan dan keinginan, serta fokus pada kebutuhan jangka panjang adalah kunci utama mencapai kebebasan finansial.