Seng (zinc) merupakan mineral esensial yang memegang peranan vital bagi sistem kekebalan tubuh hingga produksi hormon. Namun, tubuh manusia tidak dapat memproduksi atau menyimpan zinc secara mandiri. Oleh karena itu, kecukupan nutrisi ini harus dipenuhi melalui asupan makanan harian atau bantuan suplemen.
Sebagai informasi dasar, rata-rata kebutuhan harian zinc (kombinasi makanan dan suplemen) untuk orang dewasa di atas usia 19 tahun adalah sekitar 9 miligram per hari bagi wanita dan 13 miligram per hari bagi pria.
Lantas, apa saja manfaat serta dampak yang dirasakan tubuh saat mengonsumsi suplemen zinc? Yuk, intip beberapa manfaatnya sepeti dikutip dari laman Health, Sabtu (15/8/2026).
1. Mengatasi Masalah Defisiensi Zinc
Beberapa kelompok masyarakat, seperti lansia, penderita gangguan pencernaan, penganut pola makan vegan/vegetaris, serta ibu hamil dan menyusui, memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan zinc.
Defisiensi mineral ini dapat berdampak negatif pada kesehatan kulit, tulang, fungsi reproduksi, hingga daya tahan tubuh. Pada lansia, kurang zinc juga dapat mengganggu indra pengecap/penciuman, memperlambat penyembuhan luka, serta memengaruhi fungsi kognitif.
2. Membantu Mempercepat Pemulihan Saat Batuk Pilek
Zinc kerap diandalkan untuk meredakan flu karena efeknya terhadap daya tahan tubuh. Riset tahun 2017 menunjukkan bahwa penderita flu yang mengonsumsi zinc lozenges (hisap) mengalami pemulihan lebih cepat, sekitar 70% peserta pulih dalam waktu 5 hari dibandingkan hanya 27% pada kelompok placebo. Meski riset lain masih menunjukkan hasil yang bervariasi, suplemen ini tetap populer sebagai penangan awal gejala flu.
3. Membantu Meredakan Jerawat di Wajah
Studi ilmiah menunjukkan bahwa zinc dapat menjadi alternatif pengobatan jerawat yang menjanjikan dan terjangkau. Jerawat dipicu oleh penyumbatan kelenjar minyak, pertumbuhan bakteri, serta peradangan.
Kandungan zinc terbukti membantu menekan peradangan kulit, melindungi wajah dari perkembangan bakteri, serta mengontrol produksi kelenjar minyak (sebum).
Baca Juga: Ampuh Bersihkan Pori-pori! Ini Cara Kerja Salicylic Acid untuk Atasi Jerawat
4. Menekan Risiko Degenerasi Makula (AMD) pada Mata
Age-related macular degeneration (AMD) merupakan penyebab utama penurunan penglihatan pada lansia. Penelitian membuktikan bahwa konsumsi suplemen yang mengombinasikan zinc dan antioksidan dapat memperlambat keparahan kondisi AMD, sekaligus menekan risiko kerusakan penglihatan lebih lanjut.
5. Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2
Penderita diabetes tipe 2 sering kali memiliki kadar zinc yang rendah di dalam tubuhnya. Riset mengindikasikan bahwa kecukupan asupan zinc berkaitan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2. Peneliti kini terus mempelajari potensi suplemen zinc sebagai pendamping manajemen kadar gula darah dan pencegahan komplikasi diabetes.
Baca Juga: Berapa Batas Maksimal Konsumsi Gula Harian Agar Terhindar dari Diabetes? Ini Jawaban Menurut Ahli!
Memenuhi kebutuhan zinc harian, baik melalui bahan makanan alami maupun suplemen, merupakan langkah penting untuk menjaga fungsi organ dan kekebalan tubuhmu tetap optimal. Namun, konsumsi suplemen zinc tidak boleh dilakukan secara berlebihan karena dosis tinggi dapat memicu efek samping seperti mual, gangguan pencernaan, hingga menurunkan penyerapan zat tembaga (copper) dalam tubuh.
Jika kamu sedang mengalami masalah jerawat kronis, gejala flu persisten, atau berniat mengonsumsi suplemen zinc dalam jangka panjang, sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis atau ahli gizi terpercaya guna menentukan dosis dan bentuk suplemen yang paling aman sesuai kebutuhan tubuhmu.