Growthmates, memiliki keterampilan saja terkadang belum cukup untuk bersaing di dunia kerja. Kita juga perlu membangun personal branding agar keahlian, karakter, dan potensi diri lebih dikenal.

Dalam artikelnya di Forbes yang dikutip pada Senin (26/10/2026), pakar personal branding William Arruda memperkenalkan tiga tahapan membangun personal branding, yaitu Know, Show, dan Grow. Lantas, bagaimana cara menerapkannya agar karier makin dilirik? Yuk, simak lima caranya berikut ini:

1. Kenali Kelebihan dan Keunikan Diri

Growthmates, sebelum memperkenalkan diri kepada orang lain, coba kenali dulu apa yang menjadi kelebihanmu. Apakah kamu unggul dalam menulis, berkomunikasi, menganalisis masalah, atau justru memiliki kreativitas dalam menghasilkan ide?

Tahap Know mengajak kita mengenali kekuatan, nilai, minat, dan tujuan sebagai dasar membangun personal branding. Dengan memahami hal-hal tersebut, kita bisa menemukan keunikan yang membedakan diri dari orang lain.

Kamu bisa mulai dengan melihat kembali pengalaman selama kuliah, berorganisasi, mengerjakan proyek, atau bekerja. Dari pengalaman tersebut, coba kenali keterampilan yang paling kamu kuasai dan kontribusi yang bisa diberikan.

Misalnya, jika ingin berkarier di industri media, kamu bisa menonjolkan kemampuan menulis, melakukan riset, atau mengolah informasi. Dengan memahami kelebihan diri, kamu akan lebih mudah menentukan personal branding yang sesuai dengan tujuan kariermu.

Baca Juga: 5 Tips Jitu Bangun Personal Branding Buat Si Pemalu, Biar Makin Percaya Diri!

2. Tentukan Citra Profesional yang Ingin Dibangun

Setelah mengenali kelebihan diri, tentukan bagaimana kamu ingin dikenal secara profesional. Growthmates, coba pikirkan kesan yang ingin kamu tunjukkan melalui profil dan hasil karyamu.

Kamu bisa menonjolkan karakter seperti kreatif, komunikatif, atau teliti sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Misalnya, calon jurnalis dapat menunjukkan keterampilan menulis dan wawancara, sedangkan calon desainer grafis bisa menampilkan kreativitas melalui karya visual.

Ingat, membangun citra profesional bukan berarti berpura-pura menjadi orang lain. Personal branding yang kuat justru berangkat dari karakter dan kemampuan yang autentik.

3. Ceritakan Pengalaman dan Keahlian di Media Sosial

Growthmates, sudah punya pengalaman atau keterampilan yang ingin ditunjukkan? Jangan ragu untuk membagikannya melalui media sosial profesional, seperti LinkedIn.

Tahap Show berfokus pada cara memperkenalkan personal brand kepada orang lain melalui cerita, profil profesional, dan aktivitas yang relevan. Tujuannya agar orang lain lebih mudah memahami keahlian serta nilai yang kita miliki.

Kamu bisa mulai dengan melengkapi profil LinkedIn, mulai dari deskripsi diri, pengalaman, hingga keterampilan yang dikuasai. Setelah itu, bagikan pengalaman mengikuti proyek, kegiatan organisasi, atau wawasan yang relevan dengan bidang yang kamu minati.

Misalnya, mahasiswa yang ingin berkarier di industri media dapat membagikan pengalaman liputan, proses menulis artikel, atau proyek produksi konten yang pernah dikerjakan.

Cerita tentang proses belajar, tantangan yang berhasil diatasi, atau keterampilan baru yang sedang dikembangkan juga bisa menjadi konten yang menarik dan relevan.

Baca Juga: 4 Tips Membangun Personal Branding di LinkedIn

4. Tunjukkan Kemampuan Lewat Karya Nyata

Bercerita tentang keahlian memang penting, tetapi akan lebih meyakinkan jika kamu juga memiliki bukti yang bisa ditunjukkan. Karena itu, Growthmates, cobalah mulai mengumpulkan karya yang relevan dengan bidang karier yang ingin kamu tekuni.

Jika kamu ingin menjadi penulis atau jurnalis, misalnya, kumpulkan artikel, hasil liputan, atau karya jurnalistik yang pernah dibuat. Sementara itu, calon desainer grafis dapat menampilkan desain, ilustrasi, maupun proyek visual dalam portofolio.

Belum punya pengalaman kerja profesional? Tenang, kamu tetap bisa memanfaatkan proyek kuliah, kegiatan organisasi, kepanitiaan, atau pekerjaan freelance sebagai bahan portofolio.

Jangan lupa sertakan penjelasan singkat mengenai peranmu dalam setiap proyek. Dengan begitu, orang lain tidak hanya melihat hasil akhirnya, tetapi juga memahami kemampuan dan kontribusi yang kamu berikan.

5. Perluas Jaringan dan Terus Kembangkan Diri

Membangun personal branding bukan berarti berhenti setelah profil media sosial terlihat menarik atau portofolio tersusun rapi. Growthmates, reputasi profesional juga perlu dikembangkan melalui relasi dan kemauan untuk terus belajar.

Tahap Grow mengajak kita memperluas jangkauan personal brand sekaligus meningkatkan nilai yang bisa diberikan kepada orang lain. Kamu bisa memulainya dengan mengikuti seminar, pelatihan, atau komunitas sesuai bidang yang diminati untuk bertukar wawasan dan membangun relasi profesional.

Namun, jangan hanya berfokus pada jumlah koneksi. Bangun hubungan yang positif melalui komunikasi yang baik dan kontribusi yang bermanfaat. Jangan lupa, terus tingkatkan keterampilan, terbuka terhadap masukan, dan pelajari hal baru yang relevan dengan tujuan kariermu.

Growthmates, personal branding bukan tentang menjadi orang yang paling dikenal, melainkan membuat orang lain memahami potensi dan nilai yang kamu miliki. Dengan mengenali keunikan diri, menunjukkan kemampuan, dan terus berkembang, kamu bisa membangun reputasi profesional sekaligus membuka lebih banyak peluang karier.