Paspor bukan sekadar dokumen perjalanan, tetapi juga menjadi simbol kebebasan mobilitas suatu negara di mata dunia.

Semakin kuat sebuah paspor, semakin banyak negara yang dapat dikunjungi pemegangnya tanpa harus mengurus visa terlebih dahulu.

Setiap tahun, Henley Passport Index merilis daftar peringkat paspor dunia berdasarkan jumlah destinasi yang dapat diakses tanpa visa atau dengan fasilitas visa on arrival.

Dalam daftar tahun 2026, negara-negara yang berada di posisi terbawah umumnya masih menghadapi konflik berkepanjangan, ketidakstabilan politik, hingga tekanan ekonomi dan diplomatik.

Kondisi tersebut membuat warga negaranya menghadapi proses perjalanan internasional yang lebih rumit, mulai dari pengajuan visa yang panjang hingga pengawasan imigrasi yang lebih ketat.

Dan, dikutip dari Times of India, Sabtu (8/5/2026),berikut daftar 10 paspor terlemah di dunia pada tahun 2026.

1. Afghanistan, Akses ke 24 Negara

Afghanistan kembali menempati posisi sebagai paspor terlemah di dunia pada 2026. Pemegang paspor Afghanistan hanya dapat mengakses 24 negara tanpa visa terlebih dahulu.

Perang berkepanjangan, ketidakpastian politik, dan hubungan diplomatik yang rumit menjadi faktor utama lemahnya mobilitas global negara tersebut. Akibatnya, warga Afghanistan sering menghadapi proses pengajuan visa yang panjang, persyaratan dokumen yang rumit, hingga tingkat penolakan visa yang tinggi.

2. Suriah, Akses ke 26 Negara

Suriah berada di posisi kedua sebagai salah satu paspor paling lemah di dunia. Konflik sipil yang belum sepenuhnya berakhir serta berbagai sanksi internasional membuat pemegang paspor Suriah menghadapi banyak pembatasan perjalanan.

Warga Suriah umumnya harus menyediakan dokumen tambahan seperti bukti keuangan, surat sponsor, dan berbagai persyaratan lain untuk memperoleh visa internasional.

3. Irak, Akses ke 29 Negara

Paspor Irak masih termasuk yang paling lemah secara global. Faktor keamanan dan kondisi politik dalam negeri membuat mobilitas internasional warga Irak cukup terbatas.

Selain pilihan negara bebas visa yang sedikit, pelancong asal Irak juga sering menghadapi pemeriksaan imigrasi yang lebih ketat ketika bepergian ke luar negeri.

4. Pakistan, Akses ke 31 Negara

Pakistan masuk dalam daftar paspor terlemah tahun 2026 dengan akses bebas visa ke 31 negara.

Ketidakstabilan politik dan isu keamanan menjadi penyebab utama rendahnya peringkat paspor negara tersebut.

Kondisi ini membuat perjalanan internasional spontan menjadi lebih sulit karena sebagian besar perjalanan membutuhkan proses visa yang panjang.

Baca Juga: Deretan Negara yang Diprediksi Aman Jika Terjadi Perang Dunia Ketiga: Indonesia Ada dalam Daftar!

5. Yaman, Akses ke 31 Negara

Konflik berkepanjangan dan krisis kemanusiaan yang terjadi di Yaman turut memengaruhi posisi paspornya dalam indeks global.

Warga Yaman menghadapi berbagai hambatan dalam memperoleh visa, baik untuk tujuan wisata, pendidikan, maupun pekerjaan di luar negeri.

6. Somalia, Akses ke 33 Negara

Somalia memiliki salah satu paspor dengan mobilitas internasional paling terbatas akibat ketidakstabilan politik yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Selain akses bebas visa yang minim, pemegang paspor Somalia juga kerap menghadapi proses penyaringan dan pemeriksaan tambahan saat melakukan perjalanan internasional.

7. Nepal, Akses ke 35 Negara

Meski dikenal sebagai destinasi wisata dunia, paspor Nepal masih berada di jajaran terbawah dalam peringkat global.

Keterbatasan pengaruh diplomatik dan dinamika politik dalam negeri menjadi beberapa faktor yang memengaruhi rendahnya kekuatan paspor Nepal.

Warga Nepal umumnya harus menghadapi biaya visa yang tinggi dan proses aplikasi yang memakan waktu.

8. Bangladesh, Akses ke 37 Negara

Bangladesh masih berada di posisi bawah dalam daftar kekuatan paspor dunia tahun 2026.

Akses bebas visa yang terbatas membuat pelancong, mahasiswa, dan profesional asal Bangladesh harus melalui proses administrasi yang lebih panjang untuk bepergian ke luar negeri.

9. Eritrea, Akses ke 38 Negara

Paspor Eritrea juga termasuk yang paling lemah secara global. Keterlibatan diplomatik yang terbatas dan situasi politik dalam negeri menjadi penyebab utama rendahnya peringkat negara tersebut.

Warga Eritrea kerap menghadapi pengawasan imigrasi yang ketat serta berbagai pembatasan perjalanan internasional.

10. Korea Utara dan Wilayah Palestina, Akses ke 38 Negara

Posisi ke-10 ditempati Korea Utara dan Wilayah Palestina yang sama-sama memiliki akses bebas visa ke 38 negara.

Kebijakan isolasionis dan hubungan diplomatik yang terbatas membuat kebebasan bepergian warga negara dari wilayah tersebut sangat minim.

Pengajuan visa internasional juga sering kali menghadapi pembatasan dan pemeriksaan yang ketat.

Meski daftar ini menunjukkan lemahnya akses perjalanan internasional, kekuatan paspor suatu negara dapat berubah seiring membaiknya hubungan diplomatik, stabilitas politik, dan kondisi ekonomi di masa depan.

Baca Juga: Inilah 9 Negara dengan Tingkat Kebahagiaan Tertinggi di 2026