Growthmates, kesempatan jarang datang dengan pengumuman terlebih dahulu. Ia muncul tiba-tiba, sering kali dalam bentuk perubahan, tantangan, atau bahkan krisis.
Karena itu, kesiapan menjadi faktor penentu, mencakup kesiapan berpikir, kesiapan mental, kesiapan fisik, serta kesiapan dalam membangun relasi.
Banyak orang mengira persiapan hanya soal produktivitas dan kerja keras. Padahal, kesiapan sejati bersifat holistik melibatkan cara kita mengelola risiko, merawat tubuh dan pikiran, serta membangun ketangguhan menghadapi ketidakpastian.
Dan dikutip dari Times Now News, Rabu (28/1/2026), 10 buku berikut yang kerap disebut sebagai buku 'klasik modern', menawarkan peta jalan bagi siapa pun yang ingin tetap tajam, tangguh, dan siap melangkah saat pintu peluang terbuka.
1. The Comfort Crisis karya Michael Easter
Kehidupan modern memanjakan kita dengan kenyamanan nyaris tanpa batas. Namun, menurut Michael Easter, justru kenyamanan itulah yang perlahan melemahkan fisik dan mental manusia.
Melalui perjalanan pribadinya ke lingkungan ekstrem, Easter menunjukkan bagaimana ketidaknyamanan, perjuangan, dan bahkan kebosanan dapat membangun ketangguhan.
Buku ini menjadi pengingat bahwa keluar dari zona nyaman bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk bertahan dan berkembang di dunia yang tak terduga.
2. How to Change karya Katy Milkman
Banyak orang tahu apa yang ingin mereka ubah, tetapi gagal melakukannya. Katy Milkman membedah jurang antara niat dan tindakan dengan pendekatan berbasis sains perilaku.
Ia mengulas hambatan internal seperti menunda, lupa, atau kehilangan motivasi, sekaligus menawarkan strategi praktis untuk mengatasinya.
Buku ini cocok bagi siapa pun yang ingin berhenti beralasan dan mulai membentuk versi diri yang lebih siap menghadapi peluang baru.
3. The Infinite Game karya Simon Sinek
Dalam dunia yang terus berubah, Simon Sinek mengajak pembaca menggeser cara pandang tentang kesuksesan.
Alih-alih mengejar kemenangan jangka pendek, ia memperkenalkan konsep 'permainan tak terbatas', sebuah pendekatan yang menekankan visi jangka panjang, pertumbuhan berkelanjutan, dan tujuan yang bermakna.
Buku ini membantu pembaca membangun kesiapan bukan hanya untuk satu momen penting, melainkan untuk perjalanan hidup yang penuh kemungkinan.
4. Medical Medium karya Anthony William
Buku ini menawarkan sudut pandang alternatif tentang kesehatan, khususnya penyakit kronis yang sering kali sulit dijelaskan secara medis konvensional.
Anthony William menekankan penyembuhan melalui pola makan dan pendekatan alami untuk mengembalikan vitalitas tubuh.
Meski kerap menuai pro dan kontra, pesan utamanya jelas, yakni mendengarkan tubuh dan merawat kesehatan adalah fondasi penting bagi performa hidup yang optimal.
5. How Not to Die karya Dr. Michael Greger
Kesiapan mental tidak akan maksimal tanpa kesiapan fisik. Dr. Michael Greger menyajikan bukti ilmiah tentang peran nutrisi khususnya pola makan berbasis nabati dalam mencegah dan bahkan membalikkan penyakit kronis.
Buku ini menegaskan bahwa energi, daya tahan, dan umur panjang adalah modal utama agar kita mampu bertindak cepat ketika kesempatan datang.
Baca Juga: 5 Buku Pilihan untuk Memahami Uang dan Mengembangkannya dengan Lebih Cerdas
6. A Minute to Think karya Juliet Funt
Di tengah budaya serba sibuk, kejernihan berpikir sering kali menjadi korban. Juliet Funt menawarkan gagasan sederhana namun revolusioner: menciptakan ruang kosong.
Buku ini mengajarkan pentingnya jeda untuk berpikir, berefleksi, dan berkreasi.
Dengan memberi ruang bagi pikiran, kita justru menjadi lebih tajam dalam menilai peluang dan mengambil keputusan penting.
7. Platonic karya Marisa G. Franco
Kesuksesan jarang diraih sendirian. Melalui pendekatan psikologi keterikatan, Marisa G. Franco mengupas pentingnya persahabatan dewasa dalam mendukung pertumbuhan pribadi.
Buku ini menunjukkan bagaimana hubungan yang sehat dapat menjadi sumber kekuatan, inspirasi, sekaligus jaring pengaman saat menghadapi perubahan besar.
Relasi yang kuat sering kali membuka pintu kesempatan yang tak terduga.
8. Brain Wash karya David & Austin Perlmutter
Kebiasaan sehari-hari, mulai dari makanan hingga konsumsi teknologi tanpa disadari dapat 'mengotori' pikiran.
Buku ini menawarkan panduan untuk membersihkan dan menajamkan kembali fungsi otak melalui tidur berkualitas, koneksi dengan alam, dan praktik kesadaran.
Dengan pikiran yang jernih, kita lebih siap mengenali peluang terbaik dan membuat keputusan yang tepat.
9. The Black Swan karya Nassim Nicholas Taleb
Ketidakpastian adalah inti kehidupan modern. Nassim Nicholas Taleb mengajak pembaca berhenti terobsesi memprediksi masa depan, dan mulai membangun sistem hidup yang tangguh terhadap guncangan.
Buku ini mengajarkan cara memposisikan diri agar peristiwa tak terduga tidak menjadi bencana, melainkan katalisator kesuksesan.
10. 12 Rules for Life karya Jordan B. Peterson
Melalui perpaduan psikologi, filsafat, dan kisah hidup, Jordan B. Peterson menawarkan 12 prinsip untuk menyeimbangkan keteraturan dan kekacauan.
Buku ini mendorong tanggung jawab pribadi, disiplin, dan pencarian makna hidup.
Setiap aturan berfungsi sebagai pilar karakter, membantu pembaca membangun kehidupan yang kokoh namun tetap terbuka terhadap peluang dan keajaiban.
Baca Juga: 5 Buku yang Layak Dibaca untuk Pertumbuhan Pribadi yang Lebih Dalam di Tahun 2026