Growthmates, menjalani aktivitas yang padat membuat menjaga kesehatan kulit membutuhkan lebih dari sekadar rutinitas skincare. Bagi Aktris sekaligus Face of Wardah Sunscreen, Yuki Kato, berbagai aktivitas seperti lari, tenis, surfing, memasak, hingga menjalani syuting seharian membuatnya semakin menyadari pentingnya menyesuaikan perlindungan kulit dengan rutinitas sehari-hari.

Yuki mengaku kini semakin memahami pentingnya penggunaan sunscreen. Jika dulu ia menganggap sunscreen hanya dibutuhkan saat beraktivitas di luar ruangan, pemahamannya kini berubah setelah banyak berdiskusi dengan para penggiat skincare dan mempelajari lebih jauh tentang pentingnya menjaga kesehatan kulit.

“(Sunscreen) wajib aku pakai selalu. Karena sekarang aku punya pengetahuan yang lebih dalam tentang skincare dan juga sunscreen. Dulu aku berpikir, oh, kalau sunscreen, sesuai namanya, pelindung matahari, jadi kalau aku keluar aja pakai sunscreen,” kata Yuki, saat peluncuran Wardah PDRN Sunscreen dalam gelaran talkshow ‘Can Sunscreen Do More Than Protect?’, yang menjadi bagian dari Wardah Skin Longevity Clinic di SPAC8 ASHTA, Jakarta, Sabtu (3/10/2026).

Pemahaman tersebut kemudian berkembang ketika Yuki mengetahui bahwa perlindungan kulit juga tetap dibutuhkan saat beraktivitas di dalam ruangan. Terlebih, pekerjaannya sebagai aktris membuatnya cukup sering menjalani proses syuting di studio dengan pencahayaan yang intens.

“Aku sempat dikasih tahu juga, apalagi kamu kan syuting, Yuk. Di studio atau syuting yang di outdoor. Di syuting studio itu ternyata lampunya yang gede banget itu juga ada pengaruhnya sama kulit wajah kita. Jadi, itu pun juga harus menggunakan sunscreen,” tuturnya.

Sejak saat itu, sunscreen menjadi bagian yang tidak ingin dilewatkan Yuki. Ia bahkan memilih produk berdasarkan aktivitas yang akan dijalani karena menurutnya kebutuhan perlindungan kulit dapat berbeda.

“Jadi semenjak itulah, banyaknya diskusi dan juga masukan-masukan, sampai sekarang si sunscreen tuh nggak boleh kelupaan sama sekali. Jadi benar-benar tergantung hari itu lagi mau beraktivitas apa. Karena kan rangkaian sunscreen-nya banyak, terus SPF-nya juga banyak,” jelasnya.

Meski sudah memahami pentingnya sunscreen, Yuki mengakui masih memiliki tantangan dalam menjaga perlindungan kulit sepanjang hari, terutama ketika harus melakukan reapply.

Kesibukan syuting dan penggunaan makeup dalam waktu lama terkadang membuat langkah tersebut tidak mudah dilakukan. Pertimbangan mengenai kondisi makeup setelah menggunakan kembali sunscreen juga menjadi salah satu alasan.

“Kalau boleh jujur, sampai sekarang itu masih suka kelupaan. Jujur, satu. Terus yang kedua kadang suka kerepotan sendiri. Misalnya, aku pakai makeup, kan kita kalau syuting itu bisa seharian dan pakai makeup stay seharian juga,” ungkap Yuki.

Di luar perlindungan dari produk skincare, Yuki juga melihat kesehatan kulit sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari yang saling berkaitan. Salah satunya adalah menjaga kebersihan kulit, terutama setelah menggunakan makeup.

“Selain proteksi dari luar seperti perawatan skincare, rajin bersihin makeup itu juga ya guys. Kadang suka ngeskip. Itu juga menurut aku, membersihkan kulit wajah, mau pakai makeup kek, mau nggak pakai makeup, itu menurut aku bisa membantu kondisi kulit kita jadi lebih baik,” tukas Yuki.

Selain membersihkan wajah, hidrasi menjadi salah satu kebiasaan yang ia prioritaskan. Menurut Yuki, asupan cairan tidak hanya berpengaruh terhadap tubuh secara keseluruhan, tetapi juga dapat mendukung kondisi kulit.

“Habis itu juga apa yang kita konsumsi itu juga ngaruh, seperti suplemen. Terus selain itu juga bisa dari hidrasi yang cukup. Karena kan as we know, 90 persen of our body itu isinya kan water. Jadi, menurut aku kalau water intake-nya itu nggak cukup, itu pasti kan ke kulit juga berpengaruh,” katanya.

Baca Juga: Wardah Hadirkan PDRN Sunscreen, Tak Hanya Lindungi Kulit dari UV tapi Juga Heat Damage, Seperti Apa?

Untuk menjaga hidrasi, Yuki tidak hanya mengandalkan air mineral. Ia juga memperhatikan asupan elektrolit, salah satunya melalui air kelapa.

“Jadi cara simpelnya untuk to balance it all, sebenarnya aku simpel dari yang hidrasinya dulu. Karena hidrasi itu kan macam-macam. Nggak cuma mineral water doang, tapi ada yang electrolyte yang badan kita butuhkan. Salah satunya dari kelapa. Kelapa itu sangat baik untuk tubuh kita,” kata Yuki.

Ditegaskan Yuki, kebiasaan tersebut menjadi semakin penting karena aktivitas sehari-hari di Indonesia kerap berlangsung dalam kondisi cuaca yang panas. “Indonesia ini kering, panas. Jadi banyak cairan air yang keluar, jadinya di kulit kita juga lebih kering,” tegasnya.

Menjaga kesehatan tubuh juga dilakukan Yuki melalui olahraga. Dengan jadwal pekerjaan yang tidak selalu sama, ia memilih untuk tidak menetapkan satu waktu khusus untuk berolahraga, melainkan menyesuaikannya dengan agenda harian.

“Misal, ada kerjaan di pagi hari, nah berarti kalau saya mau lari, entah saya lari subuh atau saya lari habis kelar kerja, berarti malam. Penyesuaian aja sih semuanya untuk si olahraga sendiri,” jelas Yuki.

Jenis olahraga yang dipilih pun bisa berbeda sesuai kebutuhan dan waktu yang tersedia. Ketika ingin berlari, ia dapat melakukannya sebelum atau setelah bekerja. Sementara untuk olahraga di dalam ruangan, pilates menjadi salah satu pilihan yang menurutnya mudah disesuaikan dengan jadwal.

“Kalau misalnya olahraganya yang lagi mau pilates, yang di dalam ruangan, nah sekarang kan alhamdulillah di Jakarta itu udah banyak banget studio-studio pilates. Dan maksudnya untuk kita yang waktunya tidak menentu, jam-jam yang disediakan itu juga banyak opsinya,” kata Yuki.

“Jadi ya itu tinggal pencarian dan peng-schedulen kita sendiri aja sih. Tidak ada alasan untuk nggak olahraga,” lanjutnya.

Bagi Yuki, konsistensi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kulit. Karena itu, rutinitas skincare sudah ia lakukan sejak bersiap meninggalkan rumah.

“Kalau misalnya rangkaian skincare, ya pasti dari awal berangkat, berangkat dari rumah, ya rangkaian itu udah terlaksana,” terangnya.

Berbagai kebiasaan tersebut kemudian ia kaitkan dengan konsep skin longevity, yakni bagaimana menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang. Menurut Yuki, kesehatan kulit tidak bisa hanya bergantung pada satu produk, tetapi perlu didukung oleh keseimbangan antara perawatan dari luar dan gaya hidup.

“Untuk investasi kulit aku ke depannya, paling rangkaian-rangkaian lifestyle sesuai ya dengan skin longevity di tahun ini, di 2026 ini. Bahwa bukan cuma soal apa yang kita gunakan di luar, tapi juga wellness tadi, soal lifestyle dan juga pilihan skincare yang nggak bisa kita pisah. Semuanya harus bersatu demi mendukung kesehatan kulit jangka panjang,” pungkasnya.

Dengan aktivitas yang padat, Yuki menyadari bahwa menjalani seluruh rutinitas tersebut secara bersamaan memang membutuhkan penyesuaian.

Namun, menurutnya, menjaga kesehatan kulit dan tubuh tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Justru kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bentuk investasi untuk jangka panjang.

“Kehidupan ini kan agak padat. Tapi, kalau perlahan-perlahan kita bisa saling ngebalance-in semuanya, dari salah satunya adalah menjaga kekuatan kulit, menjaga kita dari paparan sinar UV dengan rutin memakai skincare-nya,” tutur Yuki.

“Semuanya itu jadi hal yang simpel untuk investasi kita sampai jangka panjang gitu. Coba membiasakan aja,” tutupnya.

Baca Juga: Wardah PDRN Sunscreen Hadir dengan UV Thermal Relief Technology, Ini Keunggulannya