Merah bukan sekadar warna. Ia menjadi simbol keberanian, cinta, kehidupan, sekaligus denyut yang terus mengiringi setiap langkah manusia. Semangat tersebut dihadirkan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) melalui kolaborasi kreatif bersama tiga desainer Indonesia, AMOTSYAMSURIMUDA, GLASHKA, dan RINDA SALMUN, dalam rangkaian peringatan Hari Jantung Sedunia 2026.

Mengusung tema 'DETAK' dan tagline global 'Don’t Miss A Beat', kolaborasi ini memadukan dunia fashion dan desain dengan pesan tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung.

Ketiga desainer menerjemahkan pesan tersebut melalui karya dengan dominasi warna merah, sekaligus membawa narasi berbeda yang merepresentasikan kepedulian, pengenalan terhadap tanda-tanda penyakit jantung, hingga upaya menjaga kesehatan jantung sejak dini.

Tak berhenti sebagai karya kreatif, kolaborasi ini juga membawa misi sosial. Sebagian hasil dari kolaborasi 'DETAK' akan didonasikan melalui Yayasan Jantung Indonesia untuk membantu anak-anak dengan penyakit jantung bawaan yang berasal dari keluarga pra-sejahtera. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperluas akses terhadap penanganan medis, baik melalui intervensi bedah maupun non-bedah.

Pesan 'Don’t Miss A Beat' menjadi benang merah dalam kolaborasi tersebut. Selain mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan tanda-tanda tubuh dan tidak menunda pemeriksaan, pesan ini juga dimaknai sebagai ajakan untuk tidak melewatkan kesempatan menjaga kesehatan sekaligus membantu mereka yang membutuhkan.

Melalui tiga karya yang dihadirkan, YJI menyampaikan pesan 'PEDULI, KENALI, JAGA'. Narasi 'PEDULI' yang direpresentasikan AMOTSYAMSURIMUDA mengajak masyarakat menyadari pentingnya merawat jantung dan menghindari berbagai faktor risiko, seperti rokok, hipertensi, kolesterol, diabetes, serta kurangnya aktivitas fisik.

Sementara itu, GLASHKA membawa narasi 'KENALI' yang mengingatkan masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda yang mungkin berkaitan dengan masalah jantung. Nyeri dada, sesak napas, keringat dingin, hingga rasa tidak nyaman yang menjalar ke lengan dan rahang menjadi sejumlah gejala yang perlu diperhatikan dan tidak sebaiknya diabaikan.

Adapun RINDA SALMUN menerjemahkan pesan 'JAGA' melalui ajakan untuk menerapkan pola hidup yang lebih sehat. Mulai dari memilih makanan bergizi, rutin bergerak dan berolahraga sesuai kemampuan, hingga melakukan pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah secara berkala melalui prinsip “Know Your Numbers”.

Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Annisa Pohan Yudhoyono, mengatakan, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kreativitas dapat digunakan untuk menyampaikan pesan kesehatan sekaligus menghadirkan dampak sosial.

“Kolaborasi ini adalah bukti bahwa kreativitas bisa menjadi medium perubahan yang kuat. Kita sedang mengirimkan pesan yang sangat jelas: kesehatan jantung adalah tanggung jawab kita bersama. ‘Don’t Miss A Beat’ mengingatkan kita untuk menjaga setiap detak jantung, tidak mengabaikan gejala, dan tidak melewatkan kesempatan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Setiap karya yang dihadirkan adalah representasi harapan bagi anak-anak Indonesia yang berjuang melawan penyakit jantung bawaan,” tutur Annisa, dikutip dari keterangan resminya, Selasa (29/9/2026).

Baca Juga: YJI dan PERKI Gaungkan ‘Don’t Miss A Beat’ untuk Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Jantung

Pendekatan kreatif tersebut juga dinilai penting untuk membuat pesan mengenai kesehatan jantung lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketua Bidang Komunikasi Yayasan Jantung Indonesia, Iwet Ramadhan, mengatakan masyarakat perlu lebih peka terhadap kondisi tubuh dan tidak menyepelekan gejala tertentu.

“Penyakit jantung sering disebut sebagai silent killer karena sering muncul tanpa gejala yang jelas. Filosofi ‘Don’t Miss A Beat’ ingin mengingatkan publik untuk lebih peka terhadap tubuh sendiri—jangan sepelekan nyeri dada, sesak, atau kelelahan yang tidak wajar. Melalui kolaborasi ini, kami ingin pesan kesehatan jantung terasa lebih dekat, tidak menakutkan, dan mudah dipahami. Jangan lewatkan satu detak pun untuk menjaga kesehatan, dan jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari solusi bagi anak-anak penderita penyakit jantung bawaan,” kata Iwet.

Ketiga desainer kemudian membawa karakter masing-masing ke dalam kampanye 'DETAK'. AMOTSYAMSURIMUDA, label yang didirikan Achmad Syamsuri Muda pada 2017, dikenal dengan pendekatan desain yang dekat dengan kehidupan urban. Berbekal pendidikan fashion di LaSalle College of the Arts, Singapura, serta pengalaman sebagai fashion stylist, designer, dan creative director, Amot menerjemahkan tema “PEDULI” melalui siluet yang tegas, ekspresif, dan kontemporer.

Berbeda dengan itu, GLASHKA yang didirikan Ega Augustia pada 2018 menghadirkan pendekatan modest wear melalui perpaduan siluet kontemporer, bordir manual, dan material natural.

Dalam kolaborasi ini, GLASHKA mempersembahkan 'JUMPA PERTAMA', koleksi yang terinspirasi dari gagasan mengenai pertemuan, awal yang baru, serta kenangan yang terus melekat. Konsep tersebut menjadi metafora tentang sebuah awal kehidupan yang ditandai oleh detak pertama jantung.

Sementara itu, RINDA SALMUN menghadirkan pendekatan eksperimental melalui eksplorasi bentuk, tekstur, ilustrasi, hingga manipulasi material. Lulusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung dan Ravensbourne College of Design & Communication, London, tersebut membawa koleksi bertajuk 'Reconstructed | New Form'.

Karyanya mengeksplorasi hubungan antara material, tailoring, dan rekonstruksi bentuk sebagai metafora tentang jantung yang terus beradaptasi, pulih, dan menemukan bentuk baru.

Melalui 'DETAK', fashion tidak hanya ditempatkan sebagai medium ekspresi visual, tetapi juga sebagai sarana untuk membawa pesan kesehatan dan kepedulian sosial kepada publik. Di balik warna merah dan eksplorasi desain yang ditampilkan, terdapat ajakan untuk lebih peduli terhadap kesehatan jantung, mengenali tanda-tandanya, serta menjaganya sejak dini.

Pada saat yang sama, kolaborasi ini mengingatkan bahwa satu detak bukan hanya tentang kehidupan yang terus berjalan, tetapi juga tentang kesempatan untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada anak-anak dengan penyakit jantung bawaan yang membutuhkan akses terhadap pengobatan.

Baca Juga: ‘Don’t Miss A Beat’, Seruan YJI di Hari Jantung Sedunia 2025