Masa kehamilan membawa banyak perubahan fisik, termasuk kondisi kulit. Namun, kamu perlu ekstra selektif dalam memilih produk perawatan wajah.
Ada beberapa bahan aktif yang biasanya efektif mengatasi masalah kulit, tetapi justru bisa terserap ke aliran darah dan berisiko bagi perkembangan janin.
Mengutip dari berbagai sumber, berikut adalah 10 bahan skincare yang sebaiknya dihindari selama masa kehamilan. Simak baik-baik, ya!
1. Retinoid (Turunan Vitamin A)
Sering ditemukan dalam produk anti-aging dan obat jerawat (seperti Tretinoin atau Adapalene). Penggunaan retinoid saat hamil sangat tidak disarankan karena berkaitan erat dengan risiko cacat lahir serius pada sistem saraf janin.
2. Asam Salisilat (Salicylic Acid)
Bahan eksfoliasi populer untuk kulit berjerawat ini sebaiknya dihindari, terutama dalam dosis tinggi (seperti pada produk peeling). Paparan berlebih berisiko menyebabkan komplikasi kehamilan dan gangguan perkembangan.
3. Hydroquinone
Biasa digunakan untuk mencerahkan noda hitam atau melasma. Karena tingkat penyerapan ke dalam kulit yang sangat tinggi dibandingkan bahan lain, para ahli menyarankan untuk menghentikan penggunaannya demi keamanan janin.
4. Phthalates
Zat kimia yang sering ada dalam parfum atau hair spray ini dikenal sebagai pengganggu hormon. Paparan pada ibu hamil dikhawatirkan dapat memengaruhi perkembangan sistem reproduksi janin.
Baca Juga: Biji Kurma, Potensi Skincare Alami yang Menyehatkan Kulit
5. Paraben
Sebagai bahan pengawet, paraben dapat mengganggu sistem endokrin. Penelitian menunjukkan bahan ini bisa menembus plasenta, sehingga berpotensi memengaruhi pertumbuhan janin di dalam kandungan.
6. Formaldehyde
Sering ditemukan pada cat kuku atau perawatan rambut keratin. Selain bersifat karsinogen (pemicu kanker), paparan zat ini meningkatkan risiko keguguran dan masalah pernapasan.
7. Oxybenzone
Bahan aktif dalam chemical sunscreen ini dapat menyerap ke aliran darah dan mengganggu stabilitas hormon. Sebagai alternatif, Mama bisa beralih ke physical sunscreen (mengandung Zinc Oxide atau Titanium Dioxide).