5. Sergey Brin

Sergey Brin berada di posisi kelima dengan kekayaan sekitar US$263 miliar atau Rp4,722 kuadriliun. Jumlah tersebut meningkat sekitar US$7 miliar dibandingkan bulan sebelumnya.

Sama seperti Larry Page, sumber utama kekayaan Brin berasal dari kepemilikannya di Alphabet. Kinerja saham perusahaan teknologi tersebut turut menopang peningkatan kekayaan Brin.

Saham Alphabet juga mendapat sentimen positif setelah perusahaan memperkenalkan model kecerdasan buatan baru, Gemini 4 Argon.

6. Mark Zuckerberg

Pendiri Meta Platforms, Mark Zuckerberg, berada di peringkat keenam dengan kekayaan sekitar US$251 miliar atau Rp4,506 kuadriliun. Kekayaannya meningkat sekitar US$55 miliar dibandingkan periode sebelumnya.

Kenaikan tersebut terjadi setelah saham Meta Platforms melonjak 11,43 persen pada 21 September 2026. Pergerakan saham Meta turut didorong optimisme investor terhadap perkembangan bisnis AI perusahaan.

Salah satu pemicunya adalah momentum Muse, asisten AI personal yang diluncurkan Meta pada awal September. Perkembangan tersebut memperkuat ekspektasi pasar terhadap potensi investasi dan monetisasi AI Meta di masa mendatang.

7. Jensen Huang

Jensen Huang, pendiri sekaligus CEO Nvidia, menempati posisi ketujuh dengan kekayaan sekitar US$200 miliar atau Rp3,591 kuadriliun. Kekayaannya meningkat sekitar US$9 miliar dalam sebulan.

Nvidia masih menjadi salah satu perusahaan yang paling diuntungkan dari ledakan kebutuhan terhadap teknologi AI dan pusat data.

Perusahaan juga menjadi sorotan setelah mengumumkan tambahan otorisasi program pembelian kembali saham atau share buyback senilai US$150 miliar. Langkah tersebut mendapat respons positif dari pasar dan ikut mendorong saham Nvidia menguat hampir 2 persen pada Senin (28/9).

8. Larry Ellison

Larry Ellison berada di peringkat kedelapan dengan kekayaan sekitar US$179 miliar atau Rp3,214 kuadriliun. Kekayaannya turun sekitar US$13 miliar dalam satu bulan, sekaligus membuat posisinya turun satu peringkat.

Sebagian besar kekayaan Ellison berasal dari kepemilikannya atas saham Oracle yang mencapai sekitar 40 persen.

Di tengah penurunan kekayaan pribadi, kinerja bisnis Oracle justru menunjukkan pertumbuhan kuat. Pendapatan infrastruktur cloud perusahaan meningkat 121 persen, sedangkan total pendapatan tumbuh 29,6 persen.

Analis masih melihat prospek positif terhadap saham Oracle. Jika pertumbuhan bisnis cloud berlanjut dan arus kas perusahaan membaik, saham Oracle diperkirakan masih memiliki ruang untuk menguat hingga 54 persen.

9. Steve Ballmer

Steve Ballmer mempertahankan posisi kesembilan dalam daftar orang terkaya di dunia Oktober 2026. Mantan CEO Microsoft tersebut memiliki kekayaan sekitar US$161 miliar atau Rp2,890 kuadriliun, meningkat sekitar US$5 miliar.

Sebagian besar kekayaan Ballmer berasal dari kepemilikannya atas sekitar 4 persen saham Microsoft. Ballmer juga pernah menyebut dirinya sebagai pemegang saham individu terbesar di perusahaan teknologi tersebut.

Kinerja Microsoft dan nilai kepemilikan sahamnya menjadi faktor penting yang menentukan pergerakan kekayaan Ballmer dari waktu ke waktu.

10. Warren Buffett

Warren Buffett kembali masuk jajaran 10 orang terkaya di dunia setelah sebelumnya keluar dari daftar. Investor legendaris tersebut menempati posisi ke-10 dengan kekayaan sekitar US$142 miliar atau Rp2,549 kuadriliun.

Meski kekayaannya turun sekitar US$1 miliar, Buffett tetap berhasil mempertahankan posisinya di antara miliarder terkaya dunia.

Kekayaannya tidak terlepas dari kinerja saham perusahaan-perusahaan besar yang menjadi bagian dari portofolio Berkshire Hathaway. Sepanjang karier investasinya, Buffett dikenal luas dengan pendekatan value investing, yakni mencari perusahaan dengan fundamental kuat dan nilai intrinsik yang dinilai belum tercermin sepenuhnya dalam harga saham.

Nah Growthmates, daftar 10 orang terkaya di dunia pada Oktober 2026 masih didominasi nama-nama besar dari sektor teknologi. Perkembangan kecerdasan buatan, penguatan saham perusahaan teknologi, serta kinerja bisnis cloud dan komputasi menjadi sejumlah faktor yang turut mendorong perubahan kekayaan para miliarder tersebut.

Di tengah dominasi nama-nama dari industri teknologi, kembalinya Warren Buffett ke posisi 10 besar menjadi salah satu perubahan paling menarik dalam daftar orang terkaya dunia bulan ini.