Growthmates, tren glass skin, yaitu tampilan kulit yang lembap, bening, dan berkilau seperti kaca, semakin populer di media sosial. Berbagai rutinitas perawatan kulit, mulai dari eksfoliasi hingga penggunaan serum dan masker berlapis, dilakukan demi mendapatkan tampilan tersebut. Namun, penggunaan produk secara berlebihan justru berisiko merusak skin barrier atau pelindung alami kulit.

Dikutip dari Times of India, Dokter Spesialis Kulit dan Estetika di Elantis Healthcare, New Delhi, Dr. Chandani Jain Gupta, MBBS, MD, menjelaskan bahwa skin barrier berfungsi melindungi kulit dari polutan, zat iritan, dan bakteri, sekaligus menjaga kelembapannya.

“Pelindung kulit (skin barrier) berfungsi sebagai perisai bagi kulit Anda. Bagian ini melindungi tubuh dari polutan, zat iritan, dan bakteri dari luar, sekaligus menjaga kelembapan yang diperlukan agar kulit tetap sehat,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa eksfoliasi berlebihan, mencampurkan berbagai bahan aktif, serta menggunakan terlalu banyak produk dapat melemahkan fungsi pelindung kulit.

1. Waspadai penggunaan skincare berlebihan

Melapisi berbagai serum, terlalu sering melakukan eksfoliasi, dan terus mencoba produk baru dapat membebani kulit, terutama bagi pemilik kulit sensitif atau rentan berjerawat. Kebiasaan ini berisiko memicu iritasi dan mengganggu kemampuan kulit mempertahankan kelembapan.

Tanda-tanda skin barrier terganggu antara lain kemerahan, kulit kering, gatal, mengelupas, terasa perih atau terbakar, serta lebih sensitif terhadap produk yang sebelumnya dapat digunakan dengan baik. Kulit yang terasa tertarik setelah mencuci wajah juga perlu diwaspadai.

Baca Juga: SOS untuk Skin Barrier, Kenali Tanda Kulit Butuh Perawatan atau Istirahat

2. Kulit sehat tidak harus mulus seperti kaca

Pori-pori, garis halus, hiperpigmentasi, dan jerawat yang sesekali muncul merupakan hal wajar pada kulit manusia. Karena itu, kulit sehat tidak harus terlihat sempurna tanpa cela.

Tampilan glass skin di media sosial juga dapat dipengaruhi pencahayaan, riasan, sudut pengambilan gambar, dan filter digital. Membandingkan kulit sendiri dengan gambar yang telah disunting dapat menciptakan ekspektasi tidak realistis dan mendorong penggunaan produk secara berlebihan.

3. Cara merawat kulit tanpa merusak skin barrier

Menjaga kesehatan kulit tidak harus dilakukan dengan rutinitas panjang. Pembersih wajah yang lembut, pelembap sesuai kebutuhan kulit, dan tabir surya dengan SPF minimal 30 dapat menjadi dasar perawatan sehari-hari.

Jika ingin menggunakan produk berbahan aktif, mulailah satu per satu agar respons kulit dapat diamati. Hindari eksfoliator kasar, mencuci wajah terlalu sering, serta menggabungkan berbagai bahan aktif tanpa memahami cara penggunaannya.

Apabila kulit memerah, terasa perih, mengelupas, atau menjadi sangat sensitif, hentikan produk yang dicurigai sebagai pemicu iritasi. Jika keluhan tidak membaik atau semakin parah, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.

Baca Juga: 5 Tanda Skin Barrier Rusak yang Tidak Boleh Diabaikan