Gema Ramadan meningkatkan antusiasme umat muslim untuk lebih fokus pada ibadahnya. Seiring perkembangan teknologi, aplikasi digital seperti ngaji.ai bisa menjadi jawaban akan kebutuhan konten atau fasilitas Islami di mana saja dan kapan saja, terutama di tengah kepadatan kegiatan seperti bekerja.
Menjelang Ramadan 1447 H yang hadir sebentar lagi, ngaji.ai menambah berbagai fitur baru untuk bertransformasi dari sekadar aplikasi belajar mengaji menjadi pendamping ibadah harian yang selalu ada dalam genggaman. Hingga hari ini, sudah ada 403 ribu pengguna yang menggunakan ngaji.ai dengan sekitar 39 ribu di antaranya berlangganan premium.
Baca Juga: Catat! Ini Tren Perawatan Kecantikan Ramadan–Lebaran 2026: Glowing Instan Mulai Ditinggalkan
“ngaji.ai ingin tumbuh menjadi produk yang matang secara strategi, berdampak nyata dalam penggunaan, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman. Antusiasme dari pengguna di Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan akan pendamping ibadah yang kontekstual itu nyata. ngaji.ai ingin hadir bukan untuk menghakimi atau membebani, melainkan menemani,” ujar Fara Abdullah, Chief Business Development Officer (CBDO) Vokal.ai, startup edukasi digital yang menaungi ngaji.ai, di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Vanya Sunanto, COO Vokal.ai, menjelaskan bahwa transformasi paling terasa dari ngaji.ai hadir lewat pengembangan tampilan homepage serta fitur-fitur baru, yakni:
- Sholat, untuk bantu pengguna ‘absen’ ibadah wajib lima kali seharinya;
- Doa dan Dzikir; serta
- Ikhtiar, pengguna dapat menentukan amalan sederhana yang menjadi goal atau targetnya.
“Seiring waktu, ngaji.ai tumbuh bersama penggunanya. Bukan hanya dari jumlah, melainkan dari cara aplikasi ini digunakan. Rata-rata waktu penggunaan harian mencapai lebih dari tujuh menit per pengguna. Angka yang mungkin terlihat sederhana, tetapi bermakna besar karena menunjukkan bahwa ngaji.ai benar-benar hadir dalam rutinitas ibadah sehari-hari,” katanya.
Verti Tri Wahyuni, momfluencer (instagram @ve.idn) sekaligus pengguna lama ngaji.ai menuturkan pengalamannya, “Yang paling berat dari ibadah itu bukan niatnya, melainkan konsistensinya. Ikhtiar di ngaji.ai bikin saya merasa tidak sendirian. Target besar dipecah jadi langkah kecil, jadi tidak terasa menekan.”
Menatap 2026
Tahun 2026 dipandang sebagai momentum penting. Rencana untuk menjalin kerja sama strategis dengan lebih banyak institusi bisnis dan pemerintah telah dirintis dan dijalankan tahun ini. Untuk jangka lebih panjang, ngaji.ai tidak menutup kemungkinan untuk melirik pasar Asia Tenggara.
Sementara itu, Adithya Zulfan selaku Head of Marketing Vokal.ai menjelaskan sejumlah kolaborasi yang dilakikan ngaji.ai. Salah satu kerja sama jangka panjang yang dijalani adalah dengan RumahZakat yang kini memasuki tahun kedua.
“Kolaborasi ini bermula dari penyaluran bantuan kemanusiaan untuk Palestina, melalui alokasi 25 persen pembelian langganan premium. Seiring berjalannya waktu dan respons positif dari pengguna, kerja sama tersebut diperluas ke bidang pendidikan, penanggulangan bencana, serta program-program Ramadan,” ungkap Adhitya Zulfan.
Di bidang edukasi, ngaji.ai aktif bekerja sama dengan institusi pendidikan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kota Bandung. Kolaborasi dengan komunitas Muslim dan mitra gaya hidup seperti Noore Sport dan One Day One Juz juga dilakukan untuk memperluas literasi Al-Qur’an dan menjembatani ibadah dengan keseharian Muslim urban.
“Menyambut Ramadan 1447 H tahun ini, ngaji.ai mengajak umat Muslim menjadikan bulan suci ini sebagai awal, bukan puncak. Awal untuk membangun kebiasaan ibadah yang konsisten, terstruktur, dan terasa dekat. Karena kini, untuk hidup lebih dekat dengan Al-Qur’an, tidak harus menunggu waktu luang yang sempurna. Cukup membuka genggaman, dan melangkah perlahan, satu ikhtiar pada satu waktu,” pungkas Vanya Sunanto.