Salah satu temuan yang menjadi perhatian dalam survei CELIOS dan Kabinet Bayangan adalah persoalan harga kebutuhan pokok.

Sebanyak 78 persen responden menilai harga bahan pokok sebagai masalah mendesak yang perlu segera ditangani pemerintah.

Angka tersebut menunjukkan bahwa keterjangkauan kebutuhan sehari-hari menjadi salah satu isu penting dalam penilaian responden terhadap kebijakan pemerintah.

Selain harga bahan pokok, sebanyak 58 persen responden menyoroti persoalan lapangan kerja dan perlindungan pekerja.

Temuan ini memperlihatkan bahwa kesempatan memperoleh pekerjaan dan kepastian penghasilan menjadi bagian penting dalam penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah.

Persoalan ekonomi juga tercermin dalam penilaian responden terhadap kondisi rumah tangga mereka.

Sebanyak 53 persen responden menyatakan kondisi ekonomi rumah tangga mereka memburuk dibandingkan tahun sebelumnya.

Temuan tersebut menjadi catatan bagi pemerintahan Prabowo-Gibran. Pasalnya, kebijakan ekonomi tidak hanya dinilai berdasarkan pertumbuhan ekonomi atau indikator makro, tetapi juga dari dampaknya terhadap kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Keterjangkauan harga, peluang kerja, perlindungan pekerja, dan kestabilan pendapatan merupakan sejumlah aspek yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana kondisi ekonomi dirasakan oleh rumah tangga.

Meski demikian, angka survei tersebut perlu dibaca berdasarkan metodologi penelitian dan tidak serta-merta mewakili seluruh penduduk Indonesia tanpa informasi yang memadai mengenai sampel dan metode pengumpulan datanya