Sunscreen sering kali identik dengan aktivitas di luar ruangan. Padahal, berada di dalam rumah seharian bukan berarti kulit sepenuhnya terbebas dari paparan sinar ultraviolet (UV).
Bahkan, ada sejumlah aktivitas sehari-hari yang mungkin membuat kulit tetap membutuhkan perlindungan.
Hal tersebut diingatkan oleh Ricky, content creator yang dikenal melalui akun Instagram @skinoppa dan kerap membagikan review skincare dengan gaya lugas dan apa adanya.
Menurutnya, salah satu alasan sunscreen tetap perlu digunakan meski lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan adalah karena paparan UVA masih bisa masuk melalui jendela.
“Kenapa di dalam ruangan itu disarankan menggunakan sunscreen karena tetap ventilasi udara, terus jendela itu tetap tembus UVA terutama karena gelombangnya lebih panjang,” tutur Ricky, saat sesi talkshow ‘Can Sunscreen Do More Than Protect?’, yang menjadi bagian dari Wardah Skin Longevity Clinic di SPAC8 ASHTA, Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Dengan demikian, kondisi berada di dalam rumah tidak otomatis membuat kulit terbebas dari paparan sinar matahari. Apalagi jika posisi seseorang cukup dekat dengan jendela atau ruangan memiliki banyak akses cahaya dari luar.
Tak hanya jendela, Ricky juga mengingatkan bahwa aktivitas sehari-hari di rumah, seperti memasak, bisa menjadi hal lain yang perlu diperhatikan.
Menurutnya, paparan panas dari aktivitas memasak juga dapat berkontribusi terhadap kondisi kulit yang dikenal sebagai heat aging.
“Sama yang sering di dapur nih, yang sering masak. Jadi heat aging itu juga ada kontribusi ke kehilangan elastisitas kulit,” jelasnya.
Baca Juga: Pakai Sunscreen di Luar vs Dalam Ruangan, Apa Bedanya? Ini Penjelasan Dokter
Karena itu, penggunaan sunscreen menurut Ricky sebaiknya tidak hanya dikaitkan dengan momen ketika seseorang hendak pergi keluar rumah.
Kebiasaan tersebut juga dapat menjadi bagian dari rutinitas harian, terutama bagi mereka yang banyak menghabiskan waktu di dekat jendela atau melakukan aktivitas tertentu yang membuat kulit terpapar panas.
Lantas, seberapa sering sunscreen perlu diaplikasikan ulang?
Ricky mengatakan bahwa frekuensi reapply sebenarnya dapat disesuaikan dengan jenis dan karakteristik sunscreen yang digunakan.
Menurutnya, tidak semua sunscreen memiliki ketahanan yang sama, sehingga pengguna perlu memperhatikan klaim dan fungsi produk sebelum menentukan frekuensi pemakaian ulang.
“Untuk re-aplikasi sih iya tergantung sunscreen-nya. Kalau sunscreen-nya tahan air, buat sport, mungkin nggak terlalu sering re-apply juga nggak masalah,” katanya.
Namun, untuk sunscreen yang lebih ditujukan bagi penggunaan sehari-hari dan mudah dibersihkan, Ricky menyarankan untuk tetap mengikuti anjuran reapply secara berkala.
“Tapi kalau sunscreen-nya yang emang wudhu friendly, itu memang disarankan untuk re-apply dua jam sekali,” lanjutnya.
Baca Juga: Bukan Cuma SPF, Ini yang Perlu Diperhatikan saat Memilih Sunscreen Menurut Ricky Skinoppa