Growthmates, siapa di sini yang suka makan sambil menonton Netflix, video YouTube, atau acara televisi? Kebiasaan ini mungkin sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, sehingga waktu makan terasa kurang lengkap tanpa ditemani layar.

Namun, menurut penelitian psikologi, kebiasaan yang sekilas tampak sepele ini ternyata dapat memengaruhi cara kita menikmati makanan, terutama dalam mengenali salah satu sinyal penting yang diberikan tubuh saat makan.

Abai dengan Sinyal Kenyang

Makan bukan hanya tentang memasukkan makanan ke dalam tubuh. Otak terus-menerus menerima informasi tentang rasa, bau, tekstur, rasa kenyang, dan kepuasan. Isyarat-isyarat ini membantu menentukan kapan makan harus berakhir.

Baca Juga: Cuma 3 Porsi Sehari, Makanan Ini Bisa Bantu Tekan Risiko Penyakit Jantung

Sebuah studi tahun 2006 yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition seperti dikutip dari laman Times of India, Minggu (27/9/2026), meneliti apa yang terjadi ketika perhatian teralihkan selama makan. Para peneliti meminta peserta untuk makan Jaffa Cakes sambil bermain game komputer atau tanpa gangguan. 

Mereka yang terganggu mengalami perubahan yang lebih kecil dalam rasa kenyang dan keinginan untuk makan dibandingkan dengan mereka yang makan tanpa gangguan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa gangguan dapat mengurangi sensitivitas terhadap isyarat yang biasanya membantu menandai akhir makan.

Sederhananya, kamu mungkin masih merasa kenyang secara fisik, tetapi Anda mungkin tidak terlalu memperhatikan perasaan tersebut.

Menonton TV Dapat Mengubah Perasaan Saat Makan

Menonton televisi telah mendapat perhatian khusus dalam penelitian tentang makan sambil teralihkan perhatian. 

Dalam sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan di Appetite di ScienceDirect, para peneliti membandingkan wanita yang makan camilan sambil menonton televisi dengan makan tanpa menonton televisi. 

Partisipan mengonsumsi lebih banyak makanan saat menonton TV. Para peneliti juga menemukan bahwa menonton televisi tampaknya mengurangi sensitivitas terhadap isyarat rasa lapar dan kenyang internal. 

Studi lain yang diterbitkan di Appetite pada tahun 2013 melibatkan 81 partisipan yang makan dalam kondisi berbeda, termasuk menonton televisi, interaksi sosial, dan makan sendirian. 

Mereka yang menonton televisi mengonsumsi lebih banyak makanan daripada partisipan dalam beberapa kondisi lain. Para peneliti menyarankan bahwa gangguan dapat mengubah hubungan antara jumlah makanan yang dimakan dan bagaimana keinginan untuk makan berubah selama makan.

Baca Juga: Jangan Asal Makan, Ikan Kakap Bisa Berbahaya dalam Kondisi Ini

Bisa Memengaruhi Pola Makan Berikutnya

Efek makan sambil terdistraksi ternyata tidak selalu berhenti setelah seseorang selesai makan. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition pada 2013 mengkaji 24 studi tentang perhatian, ingatan, dan gangguan selama makan. 

Hasilnya menunjukkan bahwa makan sambil terdistraksi berkaitan dengan peningkatan jumlah makanan yang dikonsumsi saat itu. Bahkan, dampaknya terhadap jumlah makanan yang dikonsumsi pada waktu makan berikutnya ditemukan lebih besar.

Tinjauan tersebut juga menunjukkan bahwa kurangnya perhatian terhadap makanan dapat memengaruhi ingatan seseorang tentang apa yang telah dikonsumsi. Hal ini berpotensi memengaruhi kebiasaan makan pada kesempatan berikutnya.

Meski begitu, bukan berarti menonton sesuatu sambil makan otomatis membuat seseorang makan berlebihan setiap saat. Dampaknya dapat berbeda-beda, bergantung pada jenis gangguan dan situasi saat makan.

Kenapa Makan Sambil Nonton Bisa Bikin Tak Sadar? 

Salah satu penjelasannya berkaitan dengan perhatian. Ketika mata dan pikiran sibuk mengikuti adegan dramatis, percakapan menarik, atau konten media sosial yang terus bergulir, proses makan bisa berlangsung lebih otomatis.

Alih-alih benar-benar memperhatikan setiap suapan dan seberapa puas setelah makan, perhatian justru lebih banyak tertuju pada apa yang sedang ditonton. Akibatnya, seseorang mungkin lebih mengandalkan isyarat dari luar, seperti makanan di piring yang sudah habis atau episode yang telah berakhir, daripada memperhatikan sinyal dari tubuh.

Menariknya, sebuah eksperimen yang diterbitkan di National Library of Medicine pada 2024 melibatkan 137 peserta untuk melihat apakah latihan kesadaran singkat dapat mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi saat menonton televisi. 

Baca Juga: Aman atau Bahaya? Ini Aturan Penting Makan Ikan Tuna bagi Ibu Hamil

Hasilnya, latihan tersebut memang meningkatkan kesadaran peserta, tetapi tidak secara signifikan mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi selama aktivitas makan sambil menonton.

Para peneliti pun menyebutkan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami kapan dan bagaimana perhatian secara sadar dapat memengaruhi perilaku makan.

Perlukah Berhenti Menonton Saat Makan?

Tidak selalu. Penelitian tersebut lebih tepat dijadikan pengingat untuk lebih memperhatikan kebiasaan makan, bukan berarti layar harus sepenuhnya dihindari saat waktu makan.

Sesekali, cobalah makan tanpa ditemani layar dan fokus pada makanan yang disantap, seberapa cepat kamu makan, serta bagaimana kondisi tubuh selama makan berlangsung. Dengan begitu, kamu  mungkin akan menyadari bahwa perbedaannya bukan terletak pada makanan yang dikonsumsi, melainkan pada seberapa baik kita mengenali momen ketika tubuh mulai memberi tahu bahwa kita sudah cukup makan.

Sinyal kenyang tersebut sebenarnya sederhana, tetapi bisa dengan mudah terlewat ketika perhatian kita sedang tertuju pada hal lain.

Semoga bermanfaat!