Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus mengusulkan kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold menjadi 6% di RUU tentang Pemilu.
Terkait itu, pihaknya pun menyindir pernyataan Pembina PSI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak mempermasalahkan bila ambang batas naik sampai 8%.
Baca Juga: Prabowo Mulai Dengar Suara Rakyat, Orang-orang Jokowi Dikandangin Semua
Baca Juga: Pesan PDIP ke Prabowo: Gibran Itu Beban Presiden!
"Usulan ambang batas 6% itu masih jauh dari tantangan Jokowi dan PSI yang bahkan berani sampai 7-8%. Jadi kalau 6% sih mungkin saja tercapai," ujarnya kepada wartawan, seperti dikutip Jumat (23/10/2026).
Namun sayangnya, ia mengakui jika besaran ambang batas tersebut belum final dan masih menunggu sikap masing-masing partai.
"Masih tergantung dinamika pembahasan nanti," sambungnya.
Baca Juga: Jangankan Bertemu, Untuk Ngomongin Jokowi aja PDIP Sudah Ogah!
Sebelumnya, Jokowi mengatakan berapapun angka yang diputuskan, dapat dipastikan menjadi keputusan terbaik bagi bangsa.
"Serahkan sajalah ke DPR, ke fraksi-fraksi yang ada di DPR, kepada pemerintah, nanti kan yang memutuskan beliau-beliau. Saya kira berapa pun baik, yang terbaik untuk negara ini. Mau 5 persen, oke, mau 6 persen, oke, mau 7 persen, oke, mau 8 persen, oke," ujarnya kepada wartawan, seperti dikutip Jumat (25/9/2026).
Lebih lanjut, ia mengaku optimistis PSI berpeluang lolos ke Senayan asalkan seluruh jajaran bekerja keras.
"Ya kalau PSI ini kan masih nonparlemen. Jadi yang paling penting ya semuanya bekerja keras. Ambang batasnya berapa kan belum diputuskan, tetapi tetap optimistis," tegasnya.