Publik Tanah Air dihebohkan dengan aksi pengunduran diri sejumlah petinggi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang membuat lembaga ini dalam kondisi kekosongan pemimpin setidaknya dalam sehari.
Aksi pengunduran diri itu direspons cepat dengan penunjukan Jeffrey Hendrik menjadi Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), menggantikan Iman Rachman.
Baca Juga: Rosan Roeslani Buka Peluang BEI Jadi Milik Asing
Perlu diketahui Iman Rachman mengundurkan diri pada Jumat (30/1/2026), sehari setelahnya Jeffrey Hendrik langsung ditunjuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.
“Kami memastikan, operasional di BEI akan berjalan secara normal," kata Jeffrey usai ditunjuk menjadi Pjs Dirut BEI dilansir Olenka.id Senin (2/2/2026).
Adapun pengunduran diri petinggi BEI dilatarbelakangi oleh anjloknya IHSG yang tiarap dua hari berturut-turut hingga menyebabkan penghentian perdagangan sementara (trading halt).
Anjloknya IHSG disebabkan pembekuan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia.
Kebijakan itu mencakup pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks.
Rekam Jejak di Dunia Pasar Modal
Jebolan Sarjana Ekonomi Universitas Trisakti pada 1995 itu bukanlah sosok baru di dunia pasar modal. Rekam jejaknya panjang. Bahkan ia menjadi salah satu orang lama yang sudah bertahun-tahun mendedikasikan diri BEI dan menduduki sejumlah jabatan strategis.
Jabatan terakhirnya di BEI sebelum ditunjuk menjadi bos baru BEI adalah Direktur Pengembangan BEI. Jabatan itu ia emban sejak 2022 lalu.
Jeffrey punya pengalaman panjang di dunia pasar modal, sebelum bergabung dengan BEI, ia sudah malang melintang di berbagai perusahaan swasta.
Pada medio 1994-1996, Jeffrey tercatat berkarier di PT Zone Pratama. Tidak ada informasi yang menjelaskan secara terperinci mengenai jabatannya di perusahaan ini.
Dua tahun berkarier di PT Zone Pratama, Jeffrey memutuskan hengkang dan bergabung dengan PT Transpacific Securindo. Tahun pertamanya di perusahaan ini, Jeffrey dipercayakan sebagai Corporate Finance, dimana jabatan itu diembannya selama tiga tahun sejak 1996 hingga 1999.
Ia kemudian dipercayakan menjabat Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas pada 1999 hingga 2022 sebelum akhirnya bergabung ke BEI.
Di dunia pasar modal, Jeffrey menjadi salah satu sosok yang punya nama besar dan disegani. Selain menduduki jabatan penting di perusahaan-perusahan ternama, Jeffrey juga aktif di berbagai organisasi yang terkait dengan pasar modal.
Pada 2019 hingga 2020, Jeffrey tercatat sebagai
Anggota Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI.
Tak hanya itu ia juga menjadi Pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Anggota Departement Perdagangan Efek dan Anggota Task Force Keuangan Berkelanjutan OJK sejak 2021.
Komitmen Membentuk Pasar Modal Kelas Dunia
Usai didapuk menjadi bos sementara di BEI, Jeffrey langsung secara terbuka menegaskan komitmennya untuk membawa lembaga itu ke arah yang lebih baik.
Bahkan Jeffrey berkomitmen untuk membentuk pasar modal Indonesia berkelas dunia. Tidak hanya setara nilai dagang, tetapi juga dalam transparansi dan tata kelola.
Baca Juga: Wakil Ketua OJK Ikut Mundur, 5 Petinggi BEI-OJK Mundur Berjamaah dalam Sehari, Siapa Saja?
"Kami juga mencermati perkembangan terakhir, apa yang diharapkan oleh Indeks Provider Global, kami sudah berkomunikasi, dan kami sudah menampung apa yang diharapkan, dan semua itu akan kami deliver dalam waktu secepat mungkin," ujarnya.