Bagi Shopee, penguatan produk lokal tidak hanya dilakukan melalui promosi, tetapi juga dengan menyediakan perangkat yang dapat membantu pelaku usaha mengelola bisnis dan menjangkau konsumen secara lebih efektif.

Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, menuturkan, kolaborasi dengan Kementerian UMKM menjadi bagian dari komitmen Shopee untuk terus membuka ruang bagi produk lokal agar semakin dikenal dan diminati masyarakat.

“Melanjutkan dukungan terhadap pertumbuhan usaha lokal, kami menyambut baik inisiatif Kementerian UMKM untuk menyediakan medium promosi yang dapat menggerakkan minat beli produk lokal melalui Bazar ASN Gemar Belanja Lokal yang juga menandai peluncuran Shopee Pilih Lokal,” tutur Radynal.

Menurutnya, inisiatif tersebut sejalan dengan upaya Shopee untuk menjadikan platform digital bukan hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai wadah bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan daya tarik produknya.

“Kegiatan ini sejalan dengan semangat Shopee yang terus berinovasi sebagai wadah penguatan daya tarik produk lokal, agar semakin dicintai masyarakat Indonesia,” lanjutnya.

Komitmen tersebut juga tercermin dari pertumbuhan transaksi produk lokal di kanal Shopee Pilih Lokal. Sejak 2022, jumlah produk lokal yang terjual melalui kanal tersebut telah mencapai hingga 4 miliar produk.

Sementara, sepanjang semester I 2026, Shopee menyebut telah menyalurkan dukungan senilai lebih dari Rp100 miliar bagi usaha lokal untuk membantu membuka lebih banyak peluang pertumbuhan dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri di ekosistem digital.

Selain mendorong permintaan melalui program promosi, Shopee turut memperkuat sisi operasional UMKM dengan menghadirkan Kalkulator Biaya. Fitur yang tersedia di Seller Centre Shopee ini dirancang untuk membantu penjual melakukan simulasi biaya secara lebih transparan sebelum menentukan harga jual produk.

Melalui fitur tersebut, penjual dapat memperhitungkan berbagai komponen biaya di platform, mulai dari Biaya Administrasi Penjual, Biaya Program Promosi Opsional, hingga biaya lainnya. Dengan begitu, pelaku usaha dapat memperkirakan harga jual dan margin secara lebih terukur.

Fitur Kalkulator Biaya dapat diakses seluruh penjual melalui Seller Centre Shopee, kemudian masuk ke Menu Keuangan dan memilih Kalkulator Biaya.

Di sisi pemasaran, Shopee juga memperkenalkan Shopee Live Studio untuk membantu UMKM meningkatkan kualitas aktivitas livestreaming. Fitur ini memungkinkan penjual mengelola kegiatan live streaming secara langsung melalui Seller Centre Shopee tanpa perlu menggunakan aplikasi pihak ketiga.

Melalui Shopee Live Studio, pelaku usaha dapat mengatur katalog produk, voucher, hingga banner promosi untuk membuat sesi livestreaming lebih menarik dan interaktif. Fitur ini dapat diakses melalui Seller Centre Shopee pada Menu Live & Video, kemudian memilih Shopee Live Studio.

Radynal menilai, kehadiran kedua fitur tersebut dapat membantu UMKM menghadapi tantangan bisnis digital yang semakin kompleks, mulai dari pengelolaan biaya hingga kebutuhan menghasilkan konten pemasaran yang menarik.

“Sejalan dengan semangat baru Shopee Pilih Lokal, Shopee berkomitmen untuk hadir sebagai kawan bagi UMKM di setiap pertumbuhan mereka melalui dukungan dan solusi yang relevan dengan kebutuhan bisnis UMKM,” ujar Radynal.

“Melalui fitur Kalkulator Biaya, penjual dapat memahami estimasi biaya dengan lebih transparan, sementara Shopee Live Studio menghadirkan ruang kreatif bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas konten livestreaming untuk menjangkau lebih banyak konsumen,” tutupnya.

Baca Juga: ShopeePay Dukung Adopsi QRIS Nasional, Hadirkan Cashback hingga Rp100.000