Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas mengatakan gerakan yang mempertanyakan keabsahan pencalonan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024 yang dipimpin oleh Pakar Hukum Ketatanegaraan Denny Indrayana bukanlah gerakan yang murni untuk menegakan konstitusi. Bagi Fernando gerakan tersebut sarat muatan politik.
Fernando mengatakan, Denny Indrayana bergerak untuk kepentingan politik bagai kelompok tertentu yang mana kelompok itu menjadi salah satu kandidat calon pada Pilpres 2029 mendatang. Dia yakin Denny Indrayana Cs bakal mencari cara untuk terus memojokan Gibran kendati perkara itu telah diputus Mahkamah Konstitusi (MK).
Baca Juga: Publik Murka! DPR Jangan Masa Bodoh, Proses Pemakzulan Gibran Harus Segera Digeber
"Putusan MK sepertinya tidak akan menghentikan upaya Denny Indrayana Cs (pemohon di sidang MK) untuk terus mempersoalkan, termasuk mengambil langkah-langkah lain serta membangun narasi-narasi negatif di ruang publik," kata Fernando Kamis (8/10/2026).
"Sepertinya ada sosok yang sedang diperjuangkan Denny sudah ngebet ingin berkuasa karena sudah beberapa kali gagal menjadi peserta Pilpres, sementara hasratnya sudah begitu menggebu-gebu," tambahnya.
Agenda politik di balik perkara ini kata Fernando terlihat sangat kentara, jika Denny Indrayana Cs benar berjuang demi konstitusi, maka sasaran tembak mereka tak seharusnya hanya menyasar Gibran, Prabowo sebagai pasangan Gibran pada Pilpres 2024 juga seharusnya terdampak gugatan itu, sebab keduanya maju dalam satu paket, dimana jika salah satu diantara mereka dinyatakan maladministrasi maka yang lainnya ikut merasakan dampaknya.
"Yang dipersoalkan seharusnya bukan hanya Gibran, karena sesuai dengan UU, kelengkapan keduanya satu kesatuan dan tidak terpisahkan. Kalau ada salah satu calon yang tidak memenuhi persyaratan maka kelengkapan pasangan capres-cawapres dinyatakan tidak memenuhi syarat," imbuhnya.
Terlepas dari dugaan motif politik Denny, Fernando yakin bahwa putusan MK tidak akan memengaruhi peluang Gibran untuk kembali menjadi peserta Pilpres pada 2029.
"Karena sangat mungkin akan ada pihak yang melakukan uji materi terkait dengan UU pilpres mengenai syarat pendidikan capres-cawapres sehingga mengakomodir sistem pendidikan luar negeri seperti Gibran," jelas dia.
Sementara, Denny bersama sosok yang didukungnya untuk menjadi peserta Pilpres 2029 akan terus menerus melakukan manuver politik memojokkan Gibran sampai beberapa waktu ke depan.
"Karena Gibran akan kembali menjadi kontestan Pilpres 2029 dan saya yakin dia menjadi pemenang," tuntas Fernando.