Selama lebih dari dua dekade, Sarah Sechan telah menjadi bagian dari industri hiburan Tanah Air. Ia dikenal luas sebagai presenter yang telah memandu berbagai program televisi. Tak hanya itu, Sarah juga telah meniti karier di dunia akting sejak 1997, dengan membintangi sejumlah sinetron hingga film yang semakin memperkuat namanya.

Belakangan, Sarah kembali menyapa penonton lewat film Tunggu Aku Sukses Nanti. Dalam film garapan sutradara Naya Anindita tersebut, ia memerankan karakter Tante Yuli, sosok tante yang kerap melontarkan pertanyaan klasik seperti “kapan lulus?” atau “kapan kawin?” dengan nada yang terasa menekan, namun sebenarnya dilandasi kepedulian.

Menariknya, Sarah mengaku karakter ini terasa begitu dekat dengannya, hingga ia tidak perlu melalui proses pendalaman yang panjang untuk memerankannya.

Berikut telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Minggu (12/4/2026), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier Sarah Sechan.

Baca Juga: Profil Lulu Tobing dan Jejak Perjalanan Kariernya dari Model hingga Aktris Ternama

Profil Sarah Sechan

Sarah Sechan, yang memiliki nama lengkap Sarah Meirizka Hardiany Sechan, merupakan aktris berdarah Sunda yang lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 9 Mei 1974. Ia adalah putri dari pasangan Tony Shahriar dan Kusmiaty.

Dalam beberapa sumber, disebutkan bahwa Sarah sempat menghabiskan masa pendidikannya di luar negeri, tepatnya di Amerika Serikat. Namun, informasi detail mengenai institusi pendidikannya tidak banyak tersedia. Setelah itu, ia kembali ke Indonesia dan melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Trisakti, Jakarta.

Dalam kehidupan pribadinya, Sarah menikah dengan Neil Feruno pada 2015. Sebelumnya, ia pernah menikah dengan Emir Hakim, namun keduanya bercerai pada 2011. Dari pernikahan tersebut, Sarah dikaruniai seorang putra bernama Rajata.

Perjalanan Karier

Perjalanan karier Sarah Sechan dimulai sejak era 1990-an. Ia mengawali langkahnya di dunia akting lewat sinetron Olga Sepatu Roda pada 1997. Namun, titik balik kariernya terjadi saat ia bergabung sebagai VJ di MTV. Peran tersebut tidak hanya melambungkan namanya di Indonesia, tetapi juga membuatnya dikenal di tingkat Asia.

Pengalamannya sebagai VJ MTV juga mengantarkannya meraih penghargaan di ajang MTV Nokia Jukebox: Music is My Life. Sejak saat itu, Sarah semakin aktif sebagai presenter dan dipercaya membawakan berbagai program televisi populer, seperti Big Brother Indonesia (2011) dan Sarah Sechan (2013–2018).

Baca Juga: Berkenalan dengan Maudy Effrosina dan Jejak Karier di Dunia Akting

Tak hanya di dunia presenting, Sarah juga melebarkan sayap ke layar lebar. Ia telah membintangi berbagai film, mulai dari Perempuan Punya Cerita (2007), Arisan! 2 (2011), Bukaan 8 (2017), hingga Bebas (2019). Dalam beberapa tahun terakhir, ia juga tampil dalam film seperti Mohon Doa Restu, Heartbreak Motel, hingga Paris in Bali dan Gak Nyangka.

Selain film, Sarah tetap aktif di serial televisi dan web series. Ia pernah membintangi Lia, Keluarga Masa Kini, serta sejumlah serial digital seperti Tukar Tambah Nasib, Santri Pilihan Bunda, dan Sekotengs.

Sepanjang kariernya, Sarah juga telah menerima berbagai penghargaan dan nominasi. Ia pernah memenangkan Indonesian Movie Actors Awards untuk kategori Pemeran Pendukung Wanita Terfavorit lewat film Arisan! 2.

Selain itu, ia juga meraih penghargaan sebagai Pembawa Acara Wanita Terbaik di Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia, serta beberapa kali masuk nominasi untuk kategori program talkshow terbaik melalui acara Sarah Sechan.