Ria pun memaparkan, salah satu tantangan tersebut adalah keberanian untuk menerima kesempatan dan kepercayaan yang datang.

Dirinya melihat, ada perempuan yang justru memilih mundur ketika mendapatkan sorotan atau tantangan lebih besar karena merasa takut tidak mampu menjalankannya.

Menurutnya, kesempatan yang telah diberikan seharusnya tidak langsung ditolak hanya karena muncul rasa ragu atau takut menghadapi tanggung jawab baru. Kepercayaan yang diberikan menjadi bagian penting dari proses seorang perempuan untuk terus berkembang dalam karier.

“Banyak perempuan yang merasa bahwa dia bahkan menghentikan spotlight yang sebenarnya sudah ditujukan kepadanya, kepercayaan yang sudah diberikan kepadanya. Kemudian dia merasa takut untuk bisa menerima challenge itu,” ujarnya.

Ria juga menilai, perempuan yang mampu bertahan dan mencapai posisi puncak umumnya adalah mereka yang memiliki daya juang kuat.

Menurutnya, mereka tidak berhenti ketika menghadapi tantangan, tetapi terus berusaha mengembangkan kemampuan dan belajar dari berbagai pengalaman.

Karena itu, kata Ria, perjalanan menuju posisi kepemimpinan bukan hanya mengenai kemampuan profesional, tetapi juga keberanian untuk terus melangkah ketika kesempatan datang.

Ria bilang, perempuan perlu percaya terhadap kemampuan dirinya sekaligus tetap terbuka untuk belajar dan berkembang.

“Perempuan-perempuan hebat di sana yang masih tetap bisa bertahan dan mencapai posisi puncak adalah mereka-mereka yang memang fighter, yang tetap bertahan untuk tetap berjuang untuk bisa terus belajar, berusaha untuk menjadi pemimpin yang baik,” pungkas Ria.

Baca Juga: Benarkah Leader Perempuan Lebih Emosional Ketimbang Pemimpin Laki-laki?