Nama Mukhamad Misbakhun kembali menjadi sorotan publik seiring mencuatnya kabar bahwa ia masuk dalam bursa calon Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Politisi Partai Golkar yang saat ini menjabat Ketua Komisi XI DPR RI tersebut dikenal luas sebagai figur vokal dalam isu keuangan negara, mulai dari kebijakan fiskal hingga pengawasan sektor perbankan.
Di tengah dinamika pergantian kepemimpinan OJK setelah mundurnya Mahendra Siregar, sejumlah pihak menyebut Misbakhun sebagai kandidat potensial. Namun, ia sendiri menegaskan belum mengetahui kabar tersebut dan masih fokus menjalankan mandatnya di parlemen.
“Sampai saat ini tugas partai saya, saya adalah Ketua Komisi XI,” ujarnya, seraya menolak berspekulasi soal kemungkinan tersebut.
Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karier Mirza Adityaswara, Wakil Ketua Dewan OJK yang Ikut Tanggalkan Jabatan
Di luar hal tersebut, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sosok Misbakhun, Olenka telah merangkum informasi-informasi berikut ini:
Latar Belakang dan Pendidikan
Mukhamad Misbakhun lahir di Pasuruan, Jawa Timur, pada 29 Juli 1970 dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga sederhana dengan pendidikan agama yang kuat. Ia menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Pasuruan sebelum melanjutkan studi Diploma 3 Perpajakan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Bintaro pada 1988.
Kesibukan karier tidak menghalanginya melanjutkan pendidikan. Pada 2003, ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti melalui program ekstensi, mencerminkan komitmennya pada peningkatan kapasitas akademik di tengah aktivitas profesional.
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Friderica Widyasari Dewi, Sosok Pengganti Pucuk Pimpinan OJK
Karier Awal: Birokrasi dan Dunia Usaha
Karier awal Misbakhun dimulai sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan, tepatnya di Sekretariat Direktorat Jenderal Pajak. Pengalaman birokrasi ini membentuk pemahamannya mengenai tata kelola fiskal dan administrasi perpajakan.
Pada 2003, ia mendirikan perusahaan produksi tepung agar-agar PT Agar Sehat Makmur Lestari di Pasuruan yang produknya dipasarkan hingga Eropa. Setelah mengundurkan diri dari PNS pada 2005, ia memperluas aktivitas bisnisnya dengan mengakuisisi perusahaan plastik PT Selalang Prima Internasional pada 2007, meski perjalanan bisnis ini sempat disorot terkait polemik Letter of Credit Bank Century.
Kiprah Politik dan Legislasi
Baca Juga: Friderica Widyasari Dewi Diangkat Jadi Ketua Sekaligus Wakil Dewan Komisioner OJK
Misbakhun memasuki dunia politik melalui Partai Keadilan Sejahtera pada 2009 dan terpilih menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur II. Ia kemudian bergabung dengan Partai Golkar dan mempertahankan kursinya dalam beberapa periode hingga 2024–2029.
Sebagai legislator, ia dikenal vokal dalam isu bailout Bank Century dan menjadi inisiator hak angket DPR. Ia juga berkontribusi dalam pembentukan sejumlah regulasi ekonomi, termasuk kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) serta berbagai aturan terkait sektor keuangan.
Sejak 2024, ia menjabat Ketua Komisi XI DPR RI—komisi yang membidangi keuangan, perbankan, dan pengawasan lembaga strategis seperti Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS. Dalam perannya, ia kerap menyuarakan pandangan kebijakan makro, misalnya mendorong Bank Indonesia mengambil langkah lebih agresif menjaga stabilitas rupiah di tengah volatilitas global.
Baca Juga: Wakil Ketua OJK Ikut Mundur, 5 Petinggi BEI-OJK Mundur Berjamaah dalam Sehari, Siapa Saja?
Masuk Bursa Ketua OJK
Nama Misbakhun mencuat sebagai calon Ketua OJK di tengah proses seleksi terbuka yang memungkinkan kandidat dari internal maupun eksternal. Ia disebut sebagai salah satu figur yang dipertimbangkan setelah kursi pimpinan otoritas tersebut kosong.
Meski demikian, hingga kini belum ada pembahasan resmi antara dirinya dengan panitia seleksi, dan ia menegaskan tetap fokus menjalankan tugas legislatif. Berbagai laporan media juga menyebut ia menanggapi rumor tersebut secara santai dan belum mengubah posisinya di DPR.
Kemunculan namanya memicu diskursus publik. Sejumlah pengamat menilai latar belakang politik dapat menimbulkan kekhawatiran terkait independensi lembaga keuangan, sementara pihak lain menyoroti pengalamannya di bidang fiskal dan perpusyaraan regulasi sebagai modal kuat.
Dengan rekam jejak panjang di sektor fiskal dan pengawasan keuangan, Mukhamad Misbakhun menjadi figur yang sulit diabaikan dalam percaturan ekonomi-politik Indonesia. Meski belum ada kepastian terkait kepemimpinan OJK, kemunculan namanya dalam bursa calon mencerminkan bagaimana pengalaman legislatif dapat beririsan langsung dengan dinamika tata kelola sektor jasa keuangan nasional.