Growthmates, apakah Anda pernah mengikuti rapat dengan puluhan orang, tetapi tak satu pun keputusan dihasilkan? Semua hadir, semua mengangguk, tetapi pekerjaan tetap berjalan di tempat.

Jika pernah, Anda tidak sendirian, dan Jeff Bezos, pendiri Amazon, juga melihat masalah yang sama sejak awal membangun perusahaannya.

Untuk mengatasi birokrasi dan menjaga produktivitas, Bezos pun akhirnya memperkenalkan konsep sederhana yang kini terkenal, yakni aturan dua pizza.

Adapun, aturan ala Bezos ini berbunyi sebuah tim tidak boleh lebih besar dari jumlah orang yang bisa diberi makan oleh dua pizza besar.

Secara praktis, itu berarti satu tim idealnya terdiri dari 5–10 orang. Tentu, ini bukan soal pizza secara harfiah, melainkan cara memastikan tim tetap kecil, lincah, dan efektif.

Menurut Bezos, ketika tim terlalu besar, diskusi menjadi panjang, pendapat terlalu banyak, dan keputusan sulit diambil. Sebaliknya, tim kecil membuat setiap anggota memiliki peran jelas dan tanggung jawab nyata. Sederhananya, lingkaran lebih kecil, hasil lebih cepat.

Mengapa Tim Kecil Lebih Efektif?

1. Kolaborasi Lebih Hidup

Menurut Bezos, dalam tim kecil, tidak ada tempat untuk ‘bersembunyi’. Setiap orang harus berkontribusi. Diskusi menjadi lebih fokus, ide lebih mudah berkembang, dan keputusan lebih cepat tercapai.

Bandingkan dengan rapat besar, di mana biasanya hanya beberapa orang yang berbicara sementara lainnya pasif.

Tim kecil menciptakan rasa kepemilikan terhadap hasil kerja, bukan sekadar mengikuti keputusan atasan.

2. Lebih Lincah Menghadapi Perubahan

Bezos menyakini, tim kecil bisa bergerak cepat karena pertemuan dapat dilakukan secara singkat dan langsung menyentuh inti masalah, sehingga keputusan pun bisa diambil tanpa proses yang panjang.

Sebaliknya, tim besar sering menghadapi berbagai hambatan, mulai dari kesulitan mengatur jadwal semua anggota, diskusi yang berlarut-larut, kebingungan dalam koordinasi, hingga konflik pendapat yang sulit diselesaikan, yang pada akhirnya memperlambat pengambilan keputusan dan pelaksanaan pekerjaan.

Dalam dunia kerja yang bergerak cepat dengan perubahan teknologi, kerja jarak jauh, dan persaingan ketat, kelincahan menjadi kunci keberhasilan. Tim kecil ibarat perahu cepat; tim besar seperti kapal besar yang sulit bermanuver.

Baca Juga: Melihat Rutinitas Harian Orang Terkaya Kedua di Dunia Jeff Bezos

Filosofi di Balik Aturan Ini

Bezos tidak ingin Amazon menjadi perusahaan raksasa yang lamban karena birokrasi. Ia membangun perusahaan sebagai kumpulan tim kecil yang otonom, masing-masing fokus pada masalah tertentu.

Pendekatan ini memungkinkan eksperimen cepat, inovasi berkelanjutan, dan kemampuan beradaptasi saat teknologi dan pasar berubah.

Prinsipnya sederhana, lebih baik memberdayakan sedikit orang secara mendalam daripada melibatkan banyak orang secara dangkal.

Pelajaran bagi Para Pemimpin

Aturan dua pizza masih relevan bagi organisasi mana pun saat ini. Para pemimpin dapat memulainya dengan pertanyaan sederhana, apakah tim yang ada sudah terlalu besar untuk bekerja secara efektif?

Jika jawabannya iya, tim dapat dipecah menjadi sub-tim yang lebih kecil dengan tujuan dan tanggung jawab yang jelas sehingga komunikasi menjadi lebih lancar, keterlibatan anggota meningkat, kepercayaan antar anggota tumbuh, keputusan dapat diambil lebih cepat, dan produktivitas pun ikut meningkat.

Memang, restrukturisasi tim sering kali memerlukan masa penyesuaian di awal, tetapi dalam jangka panjang, peningkatan kecepatan kerja dan semangat tim biasanya jauh lebih besar dibanding tantangan yang muncul di awal perubahan.

Nah Growthmates, aturan dua pizza mungkin terdengar sederhana, bahkan sepele. Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan prinsip manajemen yang kuat, yaitu tim kecil menghasilkan kerja besar.

Dan jika prinsip sederhana ini membantu Amazon tumbuh dari startup kecil menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia, mungkin sudah saatnya aturan dua pizza dicoba di tempat kerja Anda juga.

Baca Juga: 3 Pilar Kepemimpinan Sehat ala CEO Amazon Andy Jassy