Growthmates, hidup panjang dan tetap sehat hingga usia lanjut menjadi harapan banyak orang. Selain faktor genetik, pola makan dan gaya hidup juga kerap menjadi perhatian dalam penelitian tentang penuaan.

Salah satu sosok yang menarik perhatian adalah Maria Branyas Morera, perempuan kelahiran San Francisco, Amerika Serikat, pada 1907, yang pernah tercatat sebagai orang tertua di dunia.

Branyas sendiri diketahui telah meninggal pada 19 Agustus 2024 dalam usia 117 tahun 168 hari, setelah melewati berbagai peristiwa besar, termasuk dua perang dunia dan pandemi flu 1918.

Pada 2025, para peneliti menerbitkan studi tentang kondisi biologis Branyas dalam jurnal Cell Reports Medicine. Penelitian tersebut menganalisis genetika, protein, metabolisme, dan mikrobioma ususnya. Hasilnya menunjukkan tingkat peradangan yang rendah serta keberadaan bakteri usus bermanfaat, termasuk Bifidobacterium.

Meski memberikan gambaran tentang kondisi biologisnya, penelitian tersebut tidak membuktikan penyebab pasti umur panjang Branyas. Namun, pola makannya turut menarik perhatian karena ia dilaporkan rutin mengonsumsi yoghurt, minyak zaitun extra virgin, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Dan, dikutip dari Times of India, Sabtu (10/10/2026), berikut 4 makanan tersebut beserta cara praktis memasukkannya ke dalam menu harian.

1. Yoghurt untuk Mendukung Kesehatan Usus

Yoghurt menjadi salah satu makanan yang paling banyak disorot dari pola makan Branyas. Sejumlah laporan media menyebutkan bahwa ia rutin mengonsumsinya, bahkan hingga tiga porsi sehari. Produk yang dikaitkan dengan kebiasaannya berasal dari La Fageda, produsen yoghurt di Catalonia, Spanyol.

Menariknya, penelitian terhadap Branyas menemukan kadar Bifidobacterium yang tinggi dalam mikrobioma ususnya. Meski demikian, belum ada bukti yang memastikan bahwa yoghurt menjadi penyebab kondisi tersebut atau umur panjangnya.

Yoghurt dapat menyediakan protein, kalsium, dan bakteri hidup jika mengandung kultur aktif. Untuk menu harian, pilih plain yoghurt dengan sedikit atau tanpa gula tambahan. Nikmati bersama buah dan oat saat sarapan atau gunakan sebagai bahan saus salad.

Anda tidak perlu mengikuti kebiasaan konsumsi tiga porsi sehari. Sesuaikan porsinya dengan kebutuhan nutrisi dan toleransi tubuh.

2. Minyak Zaitun Extra Virgin untuk Kesehatan Jantung

Minyak zaitun extra virgin juga dilaporkan menjadi bagian dari pola makan Branyas. Bahan pangan ini banyak digunakan dalam pola makan Mediterania yang kaya sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.

Minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh tunggal serta senyawa bioaktif. Mengganti sebagian lemak jenuh dengan lemak tak jenuh dapat membantu mendukung kesehatan jantung sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Cara praktis mengonsumsinya adalah dengan menjadikannya bahan saus salad, menambahkannya pada sayuran matang, atau menggunakannya untuk mengolah kacang-kacangan dan lentil.

Minyak zaitun juga dapat digunakan sebagai pengganti sebagian mentega atau sumber lemak tinggi lemak jenuh. Namun, tetap perhatikan jumlah penggunaannya sesuai kebutuhan energi harian.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Malam Hari Ini Bisa Bikin Panjang Umur, Mau Coba?

3. Kacang-kacangan dan Legum sebagai Sumber Protein Nabati

Kacang-kacangan dan legum atau polong-polongan juga dilaporkan menjadi bagian dari pola makan Branyas. Contohnya meliputi kacang merah, kacang arab, lentil, kacang polong, dan kacang hijau.

Makanan ini mengandung protein nabati, serat, vitamin, dan mineral. Seratnya membantu mendukung kesehatan pencernaan sekaligus menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme yang hidup di usus. Kombinasi protein dan serat juga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.

Anda bisa menambahkan kacang merah ke dalam sup, kacang arab ke salad, atau kacang hijau ke dalam menu sarapan. Lentil dan berbagai jenis polong-polongan lainnya juga cocok diolah menjadi hidangan berkuah.

Jika belum terbiasa mengonsumsi makanan tinggi serat, tingkatkan porsinya secara bertahap dan cukupi kebutuhan cairan agar pencernaan dapat beradaptasi.

4. Biji-bijian Utuh untuk Melengkapi Sarapan

Rutinitas pagi Branyas dilaporkan mencakup smoothie berbahan campuran biji-bijian atau sereal. Sejumlah laporan menyebutkan campuran tersebut terdiri atas delapan jenis biji-bijian, meskipun detail ini tidak dapat dipastikan secara independen melalui penelitian ilmiah utamanya.

Terlepas dari kebiasaan tersebut, biji-bijian utuh seperti oat dan jelai atau barley dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi. Bahan pangan ini menyediakan serat, vitamin, mineral, dan nutrisi lain yang membantu melengkapi kebutuhan harian.

Anda tidak perlu mencampurkan delapan jenis biji-bijian ke dalam smoothie. Sarapan berupa oat dengan yoghurt dan buah sudah bisa menjadi pilihan praktis. Alternatif lainnya adalah bubur oat dengan tambahan chia seed, biji labu, atau kacang-kacangan.

Jika memilih sereal atau campuran smoothie siap saji, periksa label komposisi dan kandungan gula tambahannya. Utamakan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan mudah dikonsumsi secara konsisten.

Semoga informasinya bermanfaat, ya!

Baca Juga: 5 Minuman yang Katanya Bisa Membuat Panjang Umur