Pewarta Foto Indonesia (PFI) mendesak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) beserta tim SAR gabungan TNI/Polri untuk segera membuka kembali Operasi SAR Gabungan guna mencari jasad lima jurnalis foto dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak 7 September 2026 saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Hal tersebut merespons hasil uji DNA terhadap jasad pria yang ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu.
Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, mengatakan penemuan jasad pria tersebut menjadi titik terang yang sangat krusial setelah operasi pencarian gabungan resmi dihentikan oleh Basarnas pada hari ke-10 pada 17 September 2026 lalu.
"Penemuan jasad salah satu kru kapal ini merupakan bukti autentik pertama sejak hilangnya rombongan. Ini mematahkan segala spekulasi dan menjadi petunjuk arah baru mengenai keberadaan kapal serta para penyintas lainnya," ujar Dwi Pambudo di Jakarta, Rabu (23/9/2026) kemarin.
Baca Juga: Pakar IPB Ungkap Alasan Rombongan Kapal Jurnalis di Krakatau Sulit Ditemukan
PFI meminta penyisiran intensif dilakukan kembali secara fokus di kawasan radius ditemukannya jenazah serta di sepanjang jalur perairan dari Selat Sunda menuju Enggano.
PFI Pusat mengingatkan kembali komitmen otoritas SAR pada saat penutupan operasi pekan lalu yang menyatakan bahwa operasi akan langsung dibuka kembali secara otomatis jika ditemukan petunjuk atau tanda-tanda baru mengenai keberadaan para korban.
"Harapan kami dan pihak keluarga sama sekali belum padam. Kami meminta negara hadir secara maksimal untuk melacak keberadaan lima rekan jurnalis kami dan dua kru kapal lainnya yang masih berstatus hilang. Waktu sangat berharga dan setiap detiknya berarti bagi keselamatan mereka," tegas Dwi.
Hingga saat ini, PFI Pusat bersama seluruh pengurus daerah terus melakukan pendampingan penuh terhadap keluarga dari kelima jurnalis foto yang hilang, yaitu
1. Yudistiro Pranoto (INews).
2. Donal Husni (Jurnalis Lepas).
3. Arie Basuki (Merdeka.com).
4. Firdaus Wajidi (Anadolu Agency)
5. Muhammad Bagus Khoirunas (LKBN Antara)
Sebelumnya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengonfirmasi bahwa jasad pria yang ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, identik dengan Surakman, 60 tahun, salah satu anak buah kapal (ABK) dari speedboat Arupadhatu I.