Jahja menekankan, membangun jejaring bukan sekadar memperbanyak kenalan, melainkan juga membangun hubungan yang dilandasi sikap saling menghormati, kemauan belajar, dan kepercayaan.
Menurut dia, proses tersebut perlu dilakukan secara konsisten, baik di lingkungan internal perusahaan maupun di luar tempat kerja. Sebab, networking dapat menjadi bekal penting untuk menghadapi berbagai tantangan sekaligus memperluas kesempatan dalam dunia profesional.
“Intinya adalah kita mau terus belajar, belajar, belajar, dan create networking. Itu yang paling penting dalam hidup ini, internal maupun eksternal,” tuturnya.
Berbekal pengalaman panjang dalam dunia bisnis dan perbankan, Jahja mengaku bahwa jejaring pertemanan yang terus dikembangkan telah memberikan kontribusi besar terhadap keberhasilannya.
Ia bahkan memperkirakan networking memiliki porsi yang dominan dalam perjalanan kesuksesannya, dibandingkan keterampilan dan pengalaman semata.
“Dari pengalaman hidup saya, salah satu keberhasilan yang saya rasakan, saya bisa banyak berteman di mana-mana, itu karena saya kembangkan terus networking. Ini yang paling penting, dan itu sangat menolong,” imbuhnya.
Jahja pun memberikan gambaran mengenai besarnya peran jejaring dalam perjalanan profesionalnya. Menurut dia, sekitar 70% keberhasilannya berasal dari kekuatan networking, sementara 30% lainnya ditopang keterampilan, pengalaman, dan berbagai faktor lain.
“Mungkin kalau di-rating, 70% itu karena kekuatan networking saya, 30% mungkin dari skill, dari pengalaman, dari hal-hal lain,” pungkas Jahja.
Baca Juga: Rahasia Jahja Setiaatmadja Pimpin BCA Selama 14 Tahun