Perkembangan artificial intelligence (AI) terus menjadi bagian dari diskusi mengenai masa depan industri perbankan. Setelah transformasi digital membuat berbagai layanan perbankan semakin mudah diakses melalui kanal digital, perkembangan teknologi AI membuka berbagai kemungkinan baru dalam cara bank memberikan layanan, memahami kebutuhan nasabah, mengelola risiko, dan meningkatkan efisiensi.
PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) melihat perkembangan tersebut sebagai bagian dari dinamika teknologi yang perlu terus diikuti oleh industri perbankan. Bagi BNC, pemahaman terhadap perkembangan teknologi menjadi penting agar setiap inovasi yang dikembangkan ke depan tetap relevan dengan kebutuhan nasabah dan perkembangan industri.
Baca Juga: Laba Bank Neo Commerce (BNC) per Oktober 2025 Naik 73 Kali secara Tahunan
Adrian Soewardjo, Direktur Operasional & Teknologi Informasi PT Bank Neo Commerce Tbk, mengatakan, “Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat, termasuk AI. Bagi kami, penting untuk terus mengikuti dan memahami perkembangan tersebut, termasuk melihat bagaimana teknologi ini dapat memberikan manfaat bagi industri perbankan dan masyarakat. Namun, penerapannya tentu perlu mempertimbangkan kesiapan teknologi, keamanan, tata kelola, serta kebutuhan nasabah.”
Salah satu perkembangan yang menarik untuk diperhatikan adalah potensi pergeseran dari layanan yang bersifat responsive menuju layanan yang semakin predictive. Dengan perkembangan teknologi dan pemanfaatan data yang tepat, bank di masa depan memiliki peluang untuk memberikan layanan dan informasi yang semakin relevan dengan kebutuhan dan konteks nasabah, dengan tetap memperhatikan privasi, keamanan, persetujuan nasabah, dan prinsip kehati-hatian.
AI juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam berbagai area perbankan, antara lain customer service, fraud detection, risk management, credit assessment, compliance, data analytics, hingga pengembangan produk dan layanan. Perkembangan di berbagai area tersebut menjadi bagian dari tren teknologi yang terus diamati oleh industri keuangan.
Perkembangan AI di sektor perbankan juga tidak terbatas pada penggunaan generative AI atau chatbot. Berbagai teknologi AI dapat memiliki fungsi yang lebih luas, termasuk membantu mengenali pola, mendukung analisis, mengidentifikasi potensi risiko, hingga membantu proses tertentu menjadi lebih efisien.Perkembangan agentic AI, misalnya, mulai membuka diskusi mengenai sistem AI yang tidak hanya memberikan informasi atau rekomendasi, tetapi juga dapat membantu menjalankan serangkaian proses berdasarkan parameter dan kewenangan tertentu. Perkembangan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya pengawasan, keamanan, auditability, dan batasan kewenangan dalam penggunaan AI di sektor keuangan.
“Semakin besar kemampuan teknologi, semakin besar pula kebutuhan untuk memastikan teknologi tersebut digunakan secara tepat. Dalam industri perbankan, aspek trust menjadi sangat penting. Data yang berkualitas, keamanan, governance, dan human oversight akan tetap menjadi bagian penting ketika industri mengeksplorasi berbagai kemungkinan pemanfaatan AI,” jelas Adrian kemudian.
BNC menilai bahwa perkembangan AI di perbankan pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan kecanggihan teknologi. Kualitas data, infrastruktur, cybersecurity, kompetensi sumber daya manusia, tata kelola, serta kemampuan mengelola risiko juga menjadi faktor penting dalam menentukan manfaat dan keberlanjutan pemanfaatan teknologi tersebut.
BNC tidak menampik kemungkinan bahwa perkembangan AI akan menjadi salah satu bagian dari perjalanan transformasi teknologi di industri perbankan. Setelah hadirnya berbagai layanan digital, perkembangan teknologi selanjutnya dapat membuka peluang bagi layanan perbankan yang semakin personal, relevan, dan kontekstual.
Karena itu, BNC terus mengikuti perkembangan teknologi, termasuk AI, serta mengamati berbagai peluang dan tantangan yang muncul bagi industri perbankan. Setiap pengembangan teknologi tentunya perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan, kebutuhan, keamanan, tata kelola, dan manfaat yang dapat diberikan kepada nasabah.
“Kami percaya bahwa teknologi seharusnya menjadi sarana untuk memberikan manfaat yang nyata. Karena itu, perkembangan AI akan terus kami ikuti dan pelajari seiring dengan perkembangan industri. Ketika suatu teknologi benar-benar relevan, memberikan manfaat, dan telah didukung kesiapan yang memadai, tentu akan ada ruang untuk mempertimbangkan pemanfaatannya secara bertahap dan bertanggung jawab,” tutup Adrian.