Emiten manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), mencatatkan pertumbuhan dobel digit baik dari pendapatan maupun laba pada kuartal ketiga tahun ini. Sepanjang periode Januari-September tersebut, pendapatan DRMA mencapai Rp5,1 triliun, tumbuh 16,0% dibanding periode yang sama tahun 2025 (YoY) yang sebesar Rp4,4 triliun.

Adapun laba bersih DRMA pada periode tersebut tercatat sebesar Rp487,6 miliar, tumbuh 13,9% YoY. Pada periode yang sama tahun 2025, laba bersih Perseroan tercatat sebesar Rp428,1 miliar.

Baca Juga: DPK BCA Kuartal III Capai Rp1.301 Triliun, Tumbuh 8% Yoy

“Hal yang lebih menggembirakan adalah bahwa peningkatan penjualan dobel digit tersebut terjadi pada setiap segmen bisnis DRMA. Pertumbuhan permintaan pada industri otomotif yang terjadi sejak paruh pertama 2026 telah mendorong peningkatan permintaan komponen,” kata President Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso, dikutip Rabu (28/10/2026).

Segmen Roda Dua (2W) masih menjadi penyumbang utama pendapatan DRMA dengan kontribusi mencapai 59% dari total pendapatan. Pendapatan dari segmen ini tercatat sebesar Rp3 triliun tumbuh 10,4% YoY, didukung oleh kenaikan volume produk sehingga turut mendorong peningkatan penjualan.

Sementara itu, Segmen 4W mencatatkan pertumbuhan pendapatan paling signifikan, yakni sebesar 31,3% YoY menjadi Rp1,3 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh bertambahnya volume komponen yang terjual. Adapun pendapatan dari Segmen Lainlain juga mencatatkan pertumbuhan dobel digit. Segmen ini membukukan pendapatan sebesar Rp791,7 miliar, meningkat 16,3% YoY.

Seiring kinerja positif pada Q3 2026, DRMA terus mengembangkan portofolio produk EV, termasuk BESS, fast charging, dan komponen pendukung lainnya, serta menjalin kerja sama dengan Minth Group untuk memperkuat kapabilitas dan memperluas solusi komponen kendaraan listrik sebagai sumber pertumbuhan jangka panjang.