PT Superior Prima Sukses Tbk (IDX: BLES), emiten produsen bata ringan terbesar di Indonesia, membukukan pendapatan sebesar sekitar Rp334 miliar, meningkat 6,4% secara year-on-year (YoY) pada kuartal I-2026,. Pertumbuhan tersebut turut mendorong peningkatan profitabilitas BLES, tercermin dari laba bersih yang mencapai Rp46,88 miliar, melonjak lebih dari 40 kali lipat secara YoY. Penjualan bata ringan Autoclaved Aerated Concrete (AAC) masih menjadi kontributor utama terhadap pendapatan Perseroan, didukung meningkatnya permintaan dari sektor properti, kawasan industri, dan proyek infrastruktur.

Sebagai produsen bata ringan terbesar di Indonesia, BLES terus memperkuat keunggulan operasional melalui kapasitas produksi sekitar 5,6 juta meter kubik per tahun. Perseroan saat ini mengoperasikan enam fasilitas produksi yang berlokasi di Mojokerto, Lamongan, Sragen, Sidoarjo, dan Banjarnegara sehingga memiliki jangkauan distribusi yang semakin luas sekaligus meningkatkan efisiensi logistik ke berbagai wilayah pemasaran.

Baca Juga: Pendapatan Kuartal Pertama NFCX 2026 Turun 37% dari Tahun 2025

Andrew, Direktur PT Superior Prima Sukses Tbk, mengatakan, "Kami melihat prospek industri bahan bangunan semakin positif seiring meningkatnya aktivitas pembangunan di berbagai sektor. Dengan kapasitas produksi terbesar di Indonesia dan jaringan pabrik yang tersebar di sejumlah wilayah strategis, BLES memiliki posisi yang kuat untuk memenuhi peningkatan permintaan pasar sekaligus terus meningkatkan efisiensi operasional. Kinerja pada kuartal pertama menjadi awal yang baik, dan kami optimistis momentum pertumbuhan ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun 2026."

Selain memperkuat kapasitas produksi, Perseroan juga terus mengoptimalkan efisiensi melalui peningkatan produktivitas pabrik, pengelolaan rantai pasok yang lebih terintegrasi, serta penguatan jaringan distribusi. Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat daya saing Perseroan dalam jangka panjang.

Komitmen Perseroan dalam menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham juga tercermin dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp16,80 miliar, atau setara 20% dari laba bersih tahun buku 2025. Dividen tersebut dijadwalkan dibayarkan kepada para pemegang saham pada 7 Juli 2026, mencerminkan fundamental keuangan Perseroan yang tetap sehat sekaligus keseimbangan antara strategi ekspansi usaha dan pemberian imbal hasil kepada investor.

Ke depan, BLES akan terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri bata ringan nasional melalui optimalisasi kapasitas produksi, peningkatan efisiensi, perluasan penetrasi pasar, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Dengan kapasitas produksi sekitar 5,6 juta meter kubik per tahun, jaringan produksi yang tersebar di lima lokasi strategis, dan fundamental bisnis yang semakin kuat, Perseroan optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan sepanjang 2026.