Aktivitas di luar membuat kulit lebih banyak terpapar sinar matahari secara langsung dan cenderung lebih mudah berkeringat. Kondisi tersebut dapat menurunkan efektivitas lapisan sunscreen sehingga pengguna perlu lebih sering mengaplikasikannya kembali.
Sementara itu, ketika lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan, terutama ruangan ber-AC dan dengan aktivitas fisik yang minim, kebutuhan reapply secara teori bisa lebih jarang dibandingkan saat berada di luar.
Meski begitu, bukan berarti berada di dalam ruangan membuat kulit sepenuhnya terbebas dari paparan sinar UV. Menurut dr. Ayman, sinar UVA masih dapat masuk melalui kaca dan tetap mengenai kulit.
“Tapi perlu diingat, di dalam ruangan pun kita tetap kena paparan sinar matahari juga. Ada kaca, mungkin UVB nggak masuk, tapi UVA tetap masuk gitu. Lewati kaca, akhirnya kena ke kulit kita,” katanya.
Dengan demikian, meski frekuensi reapply dapat disesuaikan dengan kondisi dan aktivitas, penggunaan sunscreen tetap diperlukan meski sebagian besar waktu dihabiskan di dalam ruangan.
“Mungkin secara teoretically reapply-nya bisa lebih jarang dibandingkan di luar ruangan. Tapi, tetap perlu diingat, tetap perlu reapply, tetap menggunakan sunscreen,” tegas dr. Ayman.
Hal lain yang menurutnya tak kalah penting adalah tidak menjadikan sunscreen sebagai produk yang cukup digunakan sekali pada pagi hari. Jika masih beraktivitas dan masih terpapar sinar matahari, kata dia, perlindungan perlu kembali diperhatikan sepanjang hari.
“Yang terpenting jangan cuma di pagi doang, tapi terus penggunaannya, reapply terus-terusan sampai sinar mataharinya,” tuturnya.
Untuk mengetahui kapan perlindungan terhadap sinar UV masih perlu diperhatikan, masyarakat juga bisa melihat UV Index melalui aplikasi cuaca di ponsel.
Ketika indeks UV masih berada pada tingkat yang tinggi, penggunaan sunscreen dan perlindungan terhadap paparan sinar matahari tetap perlu menjadi perhatian.
“Jadi, konsistensi dalam menggunakan sunscreen, termasuk memahami kapan perlu reapply sesuai aktivitas dan paparan, menjadi bagian dari kebiasaan sederhana yang dapat mendukung kesehatan kulit dalam jangka panjang,” pungkas dr. Ayman.
Baca Juga: Bukan Cuma SPF, Ini yang Perlu Diperhatikan saat Memilih Sunscreen Menurut Ricky Skinoppa