Sutradara kondang Nia Dinata akan kembali menyapa pecinta film Tanah Air lewat karya terbarunya. Film ikonik Berbagi Suami (2006) kini tengah digarap dalam bentuk sekuel berjudul Berbagi Suami: 20 Tahun Kemudian.
Lewat film peraih berbagai penghargaan ini, Nia kembali mengangkat potret dan dinamika poligami yang kini berubah mengikuti kehidupan masyarakat urban dan era digital. Kabarnya, proses syuting dilakukan di awal 2026 ini.
Terlepas dari karya terbarunya, berikut telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (7/2/2026), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier Nia Dinata di balik layar perfilman Tanah Air.
Profil Nia Dinata
Pemilik nama asli Nur Kurniati Aisyah Dewi atau lebih dikenal sebagai Nia Dinata lahir pada 4 Maret 1969. Perempuan berdarah Sunda dan Minang ini adalah cucu dari pahlawan nasional Otto Iskandardinata, sekaligus putri dari Dicky Iskandardinata.
Tumbuh dalam keluarga terpandang, Nia juga menempuh pendidikan yang mentereng. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SD Muhammadiyah V Jakarta pada 1982, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 12 Jakarta dan SMA Negeri 34 Jakarta hingga lulus pada 1988.
Baca Juga: Mengenal Kamila Andini, Sutradara Perempuan Indonesia yang Bersinar di Kancah Dunia
Setelah itu, Nia melanjutkan kuliah di Amerika Serikat. Minatnya pada dunia perfilman membawanya menempuh pendidikan di NYU Tisch School of the Arts, tempat ia lulus dari program film pada 1993.
Terkait kehidupan pribadinya, Nia Dinata diketahui menikah dengan Constantine Papadimitriou. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai dua anak, Ioannis dan Gibran.
Namun, putra sulung mereka, Ioannis Ilham Papadimitriou, meninggal dunia genap di usia 28 tahun pada 25 Oktober 2024. Kepergian sang putra meninggalkan kesedihan mendalam bagi Nia dan keluarga.
Perjalanan Karier
Karier Nia Dinata di dunia kreatif berawal dari pembuatan video klip dan film iklan. Memasuki awal 2000-an, ia mendirikan rumah produksi independen bernama Kalyana Shira Film.
Lewat perusahaan tersebut ia menyutradarai film panjang pertamanya, Ca Bau Kan (2002), yang diadaptasi dari novel karya Remy Sylado. Berlatar era 1930-an, film tersebut mengangkat kisah perjuangan tokoh keturunan Tionghoa dan sukses meraih berbagai penghargaan di festival internasional.
Namanya semakin dikenal setelah menyutradarai Arisan! (2004), yang meraih kesuksesan komersial sekaligus pujian kritikus. Film ini memenangkan sejumlah penghargaan, termasuk di Festival Film Indonesia dan MTV Movie Awards.
Kesuksesan itu disusul Berbagi Suami (2006), film bertema poligami yang dikemas dalam tiga segmen dan diperkuat akting para aktor senior seperti Ria Irawan, Jajang C. Noer, dan Tio Pakusadewo.
Tak hanya di film, Nia juga sempat menjajal dunia tari. Ia berkolaborasi dengan maestro Tom Ibnur sebagai penulis naskah pertunjukan Legenda Padusi, karya tari yang mengangkat legenda perempuan Minangkabau. Pementasan tersebut melibatkan banyak seniman ternama dan dipentaskan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.
Baca Juga: Profil Sartri Dania Sulfiati, Sutradara Perempuan Serba Bisa di Balik Deretan Film Ikonik Indonesia
Sepanjang kariernya, Nia terlibat dalam berbagai proyek sebagai sutradara, produser, maupun penulis, mulai dari Janji Joni, Arisan! 2, Ini Kisah Tiga Dara, hingga film orisinal Netflix A World Without.
Ibu dua anak ini juga aktif menggarap serial web seperti Switch, Gossip Girl Indonesia, dan Suka Duka Berduka, yang semakin menegaskan kiprahnya sebagai salah satu sineas perempuan paling berpengaruh di Indonesia.
Kiprah Nia Dinata di dunia perfilman juga diiringi berbagai penghargaan dan pengakuan internasional.
Sejumlah karyanya turut mewakili Indonesia di ajang bergengsi Academy Award untuk kategori Film Internasional Terbaik, yakni Ca-bau-kan dan Berbagi Suami yang ia sutradarai, serta Biola Tak Berdawai yang diproduseri.
Selain itu, Nia juga pernah meraih Festival Film Indonesia 2004 lewat Arisan!, sekaligus memenangkan penghargaan Sutradara Terbaik di MTV Indonesia Movie Awards tahun yang sama. Sementara itu, Berbagi Suami juga mendapat apresiasi global dengan menyabet penghargaan Best Feature di Festival Film Internasional Hawaii.