Pada tahap awal, fasilitas produksi MNPI mengoperasikan satu lini dengan kapasitas sekitar 180 juta popok per tahun. Kapasitas tersebut akan ditingkatkan secara bertahap seiring dengan penambahan lini produksi dan optimalisasi operasional.

Mengky menyampaikan, dengan pengoperasian tiga shift, satu lini produksi berpotensi menghasilkan sekitar 256 juta popok per tahun. Sementara itu, perusahaan merencanakan pengembangan hingga 10 lini produksi dengan target kapasitas keseluruhan mencapai 1,8 miliar unit per tahun.

Dalam kondisi operasional yang lebih optimal, kapasitas maksimal pabrik diproyeksikan dapat mencapai sekitar 3 miliar popok per tahun.

Ekspansi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kemampuan produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi rantai pasok perusahaan. Dengan memproduksi barang di dalam negeri, perusahaan berpeluang mengurangi biaya impor, meminimalkan risiko fluktuasi nilai tukar, dan memperkuat kepastian pasokan.

“Kalau kita membandingkan produksi di Indonesia dengan impor, ada keuntungan dari sisi biaya karena biaya impor cukup tinggi, kurs juga berfluktuasi, dan pasokan tidak selalu stabil. Karena itu, membangun pabrik menjadi langkah yang strategis,” kata Mengky.

Pengembangan pabrik MNPI juga menjadi bagian dari strategi MMIX untuk memperbesar skala bisnis dan meningkatkan kontribusi sektor manufaktur terhadap pendapatan perusahaan.

Mengky memaparkan, perusahaan menargetkan peningkatan pendapatan seiring bertambahnya kapasitas produksi dan perluasan portofolio produk. Dalam proyeksi yang disampaikan, pendapatan perusahaan diharapkan meningkat dari sekitar US$10 juta pada periode awal pengembangan menjadi US$30 juta pada tahun berikutnya, sebelum terus bertumbuh menuju target sekitar Rp1 triliun pada 2030.

Ia juga menyebutkan bahwa keberadaan pabrik diharapkan dapat memperbaiki struktur margin perusahaan dibandingkan apabila produk hanya dipasok melalui impor. Namun, realisasi peningkatan kinerja tersebut akan bergantung pada perkembangan produksi, penjualan, dan efisiensi operasional.

Selain popok bayi, MNPI menyiapkan diversifikasi produk secara bertahap. Pada 2027, perusahaan berencana memasuki kategori popok dewasa dan underpants. Selanjutnya, perusahaan menargetkan pengembangan produk pembalut wanita serta berbagai produk perawatan dan kesehatan lainnya.

Diversifikasi tersebut diharapkan dapat memperluas pasar sekaligus meningkatkan kontribusi manufaktur terhadap bisnis MMIX.

Di luar pertumbuhan bisnis, pembangunan fasilitas produksi juga diharapkan memberikan dampak terhadap perekonomian domestik, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan penggunaan bahan baku dalam negeri.

Mengky menyampaikan, investasi awal yang dipaparkan perusahaan mencapai sekitar US$6 juta. Jumlah tenaga kerja yang saat ini tercatat sekitar 36 orang ditargetkan meningkat menjadi 80 orang pada akhir 2026, sebelum bertambah secara bertahap hingga mencapai sekitar 800 orang pada 2030.

Perusahaan juga menargetkan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui pengurangan ketergantungan terhadap bahan dan barang impor. Dalam proyeksi yang disampaikan, porsi ketergantungan terhadap impor yang saat ini diperkirakan mencapai 80% ditargetkan menurun, dengan sasaran TKDN sebesar 30% dalam lima tahun.

“Tujuan kita membuka pabrik bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan penggunaan material dalam negeri. Dengan begitu, kita bisa memperkuat industri nasional sekaligus membuka peluang ekspansi ekspor,” tutur Mengky.

Dalam pemaparannya, Mengky turut mengungkapkan rencana jangka panjang perusahaan untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 2028.

Menurutnya, pengembangan fasilitas produksi, peningkatan kapasitas, serta perluasan saluran distribusi menjadi bagian dari persiapan untuk memperbesar skala bisnis perusahaan.

“Tujuan kita tentu memiliki mimpi besar. Kita ingin IPO pada 2028, meningkatkan kapasitas pabrik, dan membuat saluran distribusi kita lebih luas,” ujarnya.

Mengky juga memaparkan sejumlah proyeksi keuangan yang diharapkan membaik melalui ekspansi manufaktur, termasuk peningkatan profitabilitas dan penguatan kontribusi laba. Meski demikian, target tersebut tetap bergantung pada realisasi investasi, pertumbuhan penjualan, efisiensi biaya, serta kondisi pasar.

Dengan besarnya kebutuhan popok nasional, pengembangan teknologi SAP, dan rencana diversifikasi produk, MNPI berharap fasilitas produksi ini menjadi fondasi untuk memperkuat bisnis MMIX sekaligus memperluas kontribusi perusahaan terhadap industri manufaktur dalam negeri.

Baca Juga: WINGS Care Gelar Happily Day: Luncurkan Popok Dewasa Happily hingga Cetak MURI Jalan Sehat Lansia Terbanyak