PT Multi Nice Paper Indonesia (MNPI), anak usaha PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX), memperkuat bisnis produk perawatan bayi melalui pengembangan fasilitas produksi popok berteknologi modern.
Perusahaan menargetkan produksi mencapai 1,8 miliar popok per tahun untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperkuat daya saing industri popok dalam negeri.
Direktur Utama PT MNPI, Mengky Mangarek, S.E., M.BA, mengatakan, pengembangan fasilitas produksi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperbesar kapasitas manufaktur, memperluas jangkauan distribusi, dan meningkatkan kinerja bisnis MMIX dalam jangka panjang.
“Langkah untuk membuat pabrik adalah langkah yang strategis dan sangat masuk akal untuk perusahaan MMIX,” ungkap Mengky dalam pemaparan publik perusahaan, di Pabrik PT Multi Nice Paper Indonesia, Legok, Kab. Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026).
Menurut Mengky, MNPI memiliki peluang untuk terus berkembang karena kebutuhan popok di Indonesia masih sangat besar. Dengan kapasitas produksi yang direncanakan, perusahaan berharap dapat mengambil bagian lebih besar dari pasar yang selama ini juga dipenuhi produk dari berbagai produsen.
Mengky menuturkan, kebutuhan popok nasional diperkirakan mencapai 33 miliar unit per tahun. Sementara itu, kapasitas produksi maksimal MNPI diproyeksikan mencapai sekitar 3 miliar unit per tahun apabila seluruh lini produksi beroperasi secara optimal.
“Kalau kita memproduksi 3 miliar popok, itu hanya sekitar 10% dari total kebutuhan popok di Indonesia yang mencapai 33 miliar popok per tahun,” tuturnya.
Besarnya kebutuhan tersebut menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam mengembangkan bisnis manufaktur. Selain menyasar pasar modern, MNPI juga membidik segmen masyarakat menengah ke bawah melalui produk popok dalam kemasan ekonomis atau renceng.
Mengky mengatakan, produk dengan kemasan satuan maupun renceng berpotensi menjangkau konsumen yang membutuhkan pilihan pembelian lebih terjangkau. Salah satu produk yang disiapkan untuk segmen tersebut adalah popok dengan kemasan berisi enam unit.
“Ini sangat cocok untuk pasar Indonesia, yang memang kebutuhan popoknya dari segmen menengah ke bawah, yang perlu secara satuan atau renceng. Satu renceng itu isi enam dan cocok sekali untuk masuk ke pasar-pasar,” jelas Mengky.
Untuk memperkuat daya saing, MNPI mengembangkan produk popok dengan teknologi Super Absorbent Polymer (SAP), yakni material penyerap yang mampu menyerap dan mengikat cairan. Teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan daya serap serta membantu mengurangi risiko kebocoran.
Mengky menjelaskan, teknologi SAP menjadi salah satu pembeda produk MNPI dibandingkan popok konvensional yang mengandalkan material pulp atau serat kayu. Melalui pengembangan teknologi tersebut, perusahaan berupaya menghadirkan popok yang tipis, tetapi tetap memiliki kemampuan penyerapan yang baik.
“Teknologi kami menggunakan SAP atau yang biasa disebut bubuk gel, Super Absorbent Polymer. Ketika gel terkena air, gel akan mengunci cairan sehingga dapat membantu mengurangi tingkat kebocoran dan meningkatkan daya serap,” paparnya.
MNPI juga mengembangkan struktur popok dengan teknologi tiga lapisan atau triple core. Meski demikian, mesin yang digunakan perusahaan memiliki kemampuan untuk memproduksi popok hingga lima lapisan, sehingga membuka peluang pengembangan produk dengan spesifikasi yang lebih beragam.
Mengky menambahkan, perusahaan telah memperoleh sejumlah pengakuan untuk inovasi produknya, termasuk penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk popok dengan karakteristik tipis serta penghargaan Top Brand Innovation.
Melalui pengembangan tersebut, MNPI berharap dapat meningkatkan kualitas produk sekaligus memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin beragam.
Baca Juga: Unicharm Bantu Penyintas Gempa Flores dengan Produk Sanitasi Esensial