Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan Meta yang tidak hanya mengandalkan pemantauan, tetapi juga mendorong komunikasi antara orang tua dan anak mengenai penggunaan AI.
Meta bahkan bekerja sama dengan Cyberbullying Research Center untuk mengembangkan "pembuka obrolan" atau pertanyaan pemantik yang dapat digunakan orang tua ketika membicarakan AI dengan remaja. Pertanyaan tersebut dirancang agar orang tua dapat membuka percakapan tanpa terkesan menghakimi aktivitas anak ketika menggunakan AI.
Setiap pertanyaan juga dilengkapi panduan yang menjelaskan tujuan pertanyaan serta cara menyampaikannya. Materi tersebut tersedia melalui situs Family Center dan dapat diakses dari tab Insights.
Selain fitur pengawasan, Meta juga memperkenalkan AI Wellbeing Expert Council, kelompok pakar yang memberikan masukan berkelanjutan mengenai pengalaman AI bagi remaja. Dewan tersebut dibentuk untuk membantu memastikan fitur AI bagi pengguna muda tetap aman dan sesuai dengan usia mereka.
Anggotanya mencakup sejumlah penasihat dan pakar dengan keahlian di bidang kesejahteraan remaja, bunuh diri dan tindakan menyakiti diri sendiri, citra tubuh, serta AI yang bertanggung jawab dan etis. Para ahli tersebut berasal, antara lain, dari National Council for Suicide Prevention, University of Michigan, University of Texas, dan University of Southern California.
Meta mengatakan timnya akan bertemu secara rutin dengan dewan tersebut untuk memberikan informasi mengenai pengembangan pengalaman AI bagi remaja sekaligus memperoleh masukan untuk tim kebijakan dan produk.
Dengan semakin luasnya penggunaan AI oleh generasi muda, langkah Meta ini menunjukkan bahwa pengawasan orang tua mulai diarahkan bukan hanya pada durasi penggunaan perangkat atau aktivitas media sosial, tetapi juga pada cara remaja berinteraksi dengan teknologi AI.
Bagi orang tua, informasi mengenai topik yang ditanyakan anak dapat menjadi titik awal untuk memahami rasa ingin tahu, kebutuhan, maupun persoalan yang sedang mereka hadapi. Pada saat yang sama, Meta menempatkan fitur tersebut sebagai sarana untuk mendorong percakapan antara orang tua dan remaja, bukan sekadar alat untuk mengawasi isi komunikasi mereka dengan AI.
Meta juga menegaskan bahwa pendekatan perlindungan kontennya tidak sama dengan sistem penilaian film. Perusahaan menyebut pedoman publik dari Motion Picture Association (MPA) hanya menjadi salah satu sumber inspirasi, bersama masukan dari orang tua. MPA tidak memberikan peringkat terhadap konten di Instagram maupun mendukung atau menyetujui pengaturan konten Meta.
Baca Juga: AI hingga Kreator, Ini Strategi Meta Mendorong Pertumbuhan Bisnis di Asia Pasifik