Berkat keuletan dan kerja kerasnya, Agus Martowardojo menorehkan perjalanan karier gemilang di sektor keuangan Indonesia. Berawal dari pegawai bank, ia menapaki tangga karier hingga dipercaya menduduki posisi strategis, sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Menteri Keuangan pada 2010–2013 menggantikan Sri Mulyani Indrawati.

Sepanjang kariernya, Agus Martowardojo meraih sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya Bintang Mahaputera Adipradana, Finance Minister of the Year 2012, serta Governor of the Year Asia Pasifik Timur 2017, yang menegaskan kiprahnya di sektor keuangan nasional dan internasional.

Berikut telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (7/2/2026), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier Agus Martowardojo.

Baca Juga: Profil Ogi Prastomiyono, Intip Jejak Perjalanan Karier Kepala Eksekutif IKNB OJK

Profil Agus Martowardojo

Agus Dermawan Wintarto Martowardojo lahir merupakan pria kelahiran Amsterdam, Belanda, pada 24 Januari 1956. Meski lahir di luar negeri, pria yang karib disapa Agus ini menyelesaikan masa sekolahnya di Jakarta.

Agus Martowardojo sempat menempuh pendidikan di SD Budi Waluyo, SMP Pangudi Luhur, dan SMA Pangudi luhur Jakarta. 

Setelah menyelesaikan jenjang menengah atas, ia melanjutkan studinya ke Fakultas Ekonomi di Universitas Indonesia dan lulus pada 1984. Ia juga melanjutkan studinya  dengan mengikuti berbagai program di State University of New York, Harvard Business School, Stanford University, dan Wharton Executive Education.

Perjalanan Karier

Agus Martowardojo mengawali perjalanan kariernya sebagai Officer Development Program (ODP) di Bank of America, sebagai International Loan Office. Ia berkarier di sana sejak 1984 hingga 1986.

Setelahnya, ia bergabung dengan Bank Niaga dan berkesempatan mendapatkan posisi strategis sebagai Vice President, Corporate Banking Group di Surabaya dan Jakarta hingga 1994. 

Setelah sempat menjadi Deputy Chief Executive Officer Maharani Holding pada 1994, Agus kembali ke perbankan. Ia menjabat sebagai Presiden Direktur Bank Bumiputera (1995–1998), lalu menjadi Direktur Utama PT Bank Exim Indonesia (1998–1999). 

Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karier Mirza Adityaswara, Wakil Ketua Dewan OJK yang Ikut Tanggalkan Jabatan

Selanjutnya, Agus dipercaya sebagai Managing Director Bank Mandiri (1999–2002), penasihat Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (2002), Direktur Utama Bank Permata (2002–2005), hingga akhirnya menjabat Presiden Direktur sekaligus CEO Bank Mandiri pada 2005–2010.

Setelah tak lagi menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri, Agus diangkat menjadi Menteri Keuangan pada 2010, menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Ia memimpin Kementerian Keuangan hingga April 2013. 

Tak lama berselang, pada Maret 2013, Agus terpilih sebagai Gubernur Bank Indonesia dan resmi menjabat sejak Mei 2013. Ia menjadi Gubernur BI ke-16 dan memimpin bank sentral tersebut selama satu periode hingga 2018.

Selain berkarier di sektor keuangan, Agus juga aktif memegang sejumlah posisi komisaris di berbagai perusahaan besar. Ia pernah menjabat Komisaris Utama Tokopedia sejak 2019, lalu dipercaya menjadi Komisaris Utama Bank Negara Indonesia (BNI) pada 2020 hingga 2023. 

Setelah itu, ia beralih menjadi Komisaris Utama PT PLN (Persero) sejak September 2023 hingga Juli 2024. Pada tahun yang sama, Agus juga ditunjuk sebagai Komisaris Utama GoTo Gojek Tokopedia, sehingga kembali merangkap jabatan di dua perusahaan sekaligus.

Baca Juga: Profil Sabana Prawirawidjaja, Pebisnis Legendaris Pelopor Susu UHT

Di tingkat internasional, Agus juga aktif di berbagai organisasi keuangan. Ia pernah menjabat Ketua Islamic Financial Services Board pada 2015 dan memimpin International Islamic Liquidity Management pada 2016, selain sebelumnya memimpin Perhimpunan Bank Nasional dan Ikatan Bankir Indonesia. 

Sepanjang kariernya, Agus juga  meraih sejumlah penghargaan bergengsi, seperti Indonesia’s Best Executive 2009, Indonesian Banker Leadership Achievement Award 2010, Finance Minister of the Year 2012 versi The Banker, Bintang Mahaputera Adipradana pada 2014, serta Governor of the Year Asia Pasifik Timur pada 2017.