Menjadi Akademisi

Sejak 2011 hingga sekarang, Nucha juga berkiprah sebagai dosen di almamaternya, Universitas Paramadina. Ia tercatat mengajar mata kuliah Ilmu Politik, Sistem Politik Indonesia, Komunikasi Internasional, dan Diplomasi.

Baginya, ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan kontribusi kembali pada institusi yang membentuknya.

Pengalaman Manajerial di Industri Kebugaran

Pada 2015–2016, Nucha sempat menjabat sebagai Product Manager di Fulfilled. Dalam peran ini, ia mengembangkan program workout berupa rencana latihan, video, serta coaching online, sekaligus melakukan riset pasar dan menyusun strategi pengembangan produk.

Pengalaman ini memperluas perspektifnya dalam pengembangan produk digital dan manajemen strategi.

Baca Juga: Cara Pandang Nucha Bachri Tentang Sosok Ibu

Mendirikan dan Membesarkan Parentalk

Titik balik penting dalam karier Nucha terjadi pada 2017 ketika ia mendirikan Parentalk dan menjabat sebagai Chief Content Officer (2017–2022).

Nucha pun mengaku memulai Parentalk dengan misi personal sekaligus sosial, yakni Started Parentalk with a mission to help us parents, including myself. Parenting is the toughest job in the world and yet, there's no proper education for it.

Sebagai seorang peneliti, dosen, sekaligus ibu dari dua anak perempuan, ia melihat adanya kebutuhan besar akan ruang diskusi yang aman dan relevan bagi orang tua.

Sejak Februari 2022 hingga kini, Nucha menjabat sebagai Chief Executive Officer Parentalk.

Dalam waktu beberapa tahun, Parentalk berkembang pesat dan hadir di berbagai platform digital seperti Instagram, YouTube, blog, hingga TikTok, membangun komunitas parenting yang inklusif dan terpercaya.

Dan, pada Oktober 2019, Parentalk meraih penghargaan sebagai Content Creator Terbaik kategori Pola Asuh Anak di ajang Siberkreasi Netizen Fair 2019. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi Parentalk dalam menghadirkan konten edukatif dan relevan bagi keluarga Indonesia.

Pesan Nucha Bachri untuk Perempuan 

Nucha kerap menyampaikan pesan empati kepada para perempuan yang tengah berjuang mendapatkan momongan.

“Buat teman-teman yang lagi berjuang untuk garis dua, semoga tetap semangat, semoga tetap solid sama pasangannya, dan percaya bahwa kalau sudah waktunya, pasti akan jauh lebih indah,” tuturnya, dikutip dari wawancaranya bersama Olenka.

Ia juga mengingatkan bahwa rasa sedih dan lelah adalah hal yang manusiawi.

“Kalau lagi down atau lagi sedih, gak apa-apa, ambil waktunya untuk jeda dulu, baru kemudian mengumpulkan semangat lagi untuk usaha lagi, untuk program lagi.”

Bagi Nucha, jeda bukan berarti menyerah, melainkan bagian dari proses menjaga kewarasan.

Tak hanya itu, Nucha juga memegang teguh prinsip bahwa setiap perempuan berhak mendefinisikan makna keberdayaan menurut versinya sendiri. Setiap pilihan hidup adalah sah untuk dijalani, selama disertai kesiapan menerima konsekuensinya.

Baginya, kesalahan maupun proses yang terasa tidak nyaman bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan yang selalu menyimpan pelajaran berharga.

Baca Juga: Life Skill Wajib Bagi Seorang Ibu Menurut Nucha Bachri