Passion Heni Sri Sundani

Passion Heni Sri Sundani berakar dari kegelisahan melihat anak-anak desa dan keluarga TKI kehilangan akses masa depan.

Dikutip dari Tribunnews, ia meyakini senjata paling ampuh memutus kemiskinan adalah pendidikan yang berpihak pada komunitas. Karena itu ia mengusung tiga pilar kecerdasan, yakni nlinguistik, literasi, dan logika, serta metode belajar kreatif melalui lagu dan praktik lapangan.

Heni ingin anak petani berani bermimpi tanpa meninggalkan akar pertanian dan kearifan desa.

Kecintaannya pada buku terlihat dari kebiasaan mengoleksi dan membaca lebih dari tiga ribu judul selama di Hong Kong, lalu menjadikannya bahan bakar mendirikan puluhan perpustakaan keliling.

Prestasi dan Penghargaan

Dikutip dari LinkedIn pribadinya, pada 2010, Heni pernah menjadi Champion of Letter Writing to Mr President Inter-Asia dan Duta Sastra Buruh Migran di UWRF Bali.

Februari 2016 namanya masuk 30 Under 30 Forbes Asia kategori Social Entrepreneur, sekaligus disebut sebagai Top 300 Promising Young Leader in Asia dan Top 30 Dare Social Entrepreneur in Asia.

Ia juga menerima HER Times Youth Awards Singapore, Be Indonesian Smart and Active Award Hong Kong, Liputan 6 Awards SCTV 2016, Trubus Kusala Swadaya Award, Wardah Inspiring Movement, hingga HER Times Awards Singapura 2018.

Forum televisi seperti CNN Indonesia Heroes dan CNN Indonesia Heroes 2016 turut menampilkan profilnya. Seluruh apresiasi lintas negara itu menegaskan transformasi Heni dari mantan TKI menjadi figur pendidikan yang diperhitungkan.

Peran Kepemimpinan

Peran kepemimpinan Heni tidak sekadar administratif, melainkan membangun ekosistem kolaborasi. Ia memimpin komunitas AgroEdu Jampang, mengelola yayasan Empowering Indonesia Foundation, serta melatih guru-guru pelosok agar metode literasi dan numerasi dapat direplikasi.

Dikutip dari IDN Times, Heni memandang pemimpin harus menjadi jembatan antara mimpi individu dan kebutuhan desa.

Dialognya dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada 2017 menunjukkan pengakuan atas kapasitas kepemudaannya dan membuatnya dipercaya mewakili Indonesia dalam berbagai ruang diplomasi Asia.

Pesan untuk Generasi Muda

Hal menarik dari sosok Heni Sri Sundani adalah keberaniannya pulang untuk berbagi terang. Ia mendeskripsikan dirinya, sebagaimana dikutip dari LinkedIn pribadinya, sebagai ibu bagi ribuan anak petani, wirausaha sosial, pembicara publik, dan konsultan pemberdayaan.

Dedikasi itu menjadi bukti bahwa perubahan besar sering lahir dari modal kecil, seperti dari uang Rp100.000 di pelataran rumah kontrakan hingga jaringan ratusan perpustakaan.

Kini, Heni Sri Sundani tampil sebagai figur yang menghubungkan masa depan anak petani dengan kelestarian ekosistem Indonesia, menjaga elemen dasar kehidupan agar tetap lestari bagi dunia.

Dalam banyak kesempatan, dikutip dari Kompas.com, Heni berpesan agar anak-anak muda memiliki impian besar dan disiplin mengelola keuangan. Ia mengingatkan bahwa investasi pendidikan seperti menanam yang hasilnya tidak bisa dipanen hari yang sama.

Pengalaman teman-temannya yang terjebak puluhan tahun sebagai TKI membuatnya menegaskan perbedaan antara jembatan dan tujuan hidup.

“Kalau kita tak punya mimpi, orang lain akan meng-hire kita mewujudkan mimpi mereka,” ucap Heni kala itu.

Baca Juga: Mengenal Oka Rusmini: Sastrawan yang Lantang Menyuarakan Isu Perempuan dan Ketidakadilan Sosial Akibat Adat dan Sejarah