Growthmates, setiap orang memiliki cara berpikir yang berbeda-beda. Ada yang senang mengumpulkan informasi, ada yang terbiasa menganalisis berbagai fakta untuk menemukan hubungan sebab-akibat, dan ada pula yang terus menggali suatu persoalan hingga ke akar masalahnya.
Dalam Talents Mapping, pola-pola tersebut dapat dipahami melalui tiga level berpikir, yaitu Input, Analytical, dan Intellection.
Praktisi Psikologi Anak Usia Dini sekaligus Praktisi Talents Mapping, Aninda, S.Psi., M.Psi.T., memaparkan bahwa ketiga level tersebut menggambarkan proses berpikir yang dimulai dari mengumpulkan informasi, mengolah data, hingga mendalami suatu persoalan secara lebih mendasar.
Level pertama adalah Input, yaitu kecenderungan untuk mengumpulkan informasi dan data. Orang dengan kecenderungan ini biasanya senang mencari tahu, menggali informasi, serta menyimpan berbagai hal yang dianggap menarik atau bermanfaat.
Menurut Aninda, kebiasaan mengumpulkan informasi juga dapat terlihat dari cara seseorang berinteraksi dengan orang lain. Misalnya, seseorang yang memiliki bakat komunikasi tinggi mungkin senang bertanya dan menggali banyak informasi melalui percakapan.
“Input itu semacam menggali data. Jadi, data-data yang sudah ada dikumpulkan,” jelas Aninda, sebagaimana Olenka kutip dari laman Instagram @senalar.id, Kamis (22/10/2026).
Setelah informasi terkumpul, kata Aninda, proses berpikir berlanjut ke level kedua, yaitu Analytical. Pada tahap ini, seseorang tidak sekadar mengumpulkan data, tetapi juga berusaha memahami informasi tersebut dengan mencari pola, hubungan, serta sebab-akibat dari suatu peristiwa.
Baca Juga: Sering Overwhelmed? Ini 3 Cara Reset Otak Berdasarkan Neurosains
Dijelaskan Aninda, orang dengan kecenderungan Analytical biasanya ingin mengetahui alasan di balik suatu kejadian. Informasi yang telah dikumpulkan akan diproses untuk menemukan benang merah sehingga persoalan dapat dipahami secara lebih logis.
“Data-data yang sudah dia kumpulkan tadi diproses, dicari benang merahnya, dicari sebab-akibatnya apa,” kata Aninda.
Level ketiga adalah Intellection, yaitu kecenderungan untuk berpikir secara mendalam hingga menyentuh akar suatu persoalan. Pada tahap ini, seseorang tidak hanya berhenti pada informasi yang tersedia atau hasil analisis, tetapi terus merenungkan suatu hal untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendasar.
Aninda menjelaskan bahwa kecenderungan Intellection terkadang terlihat seperti kebiasaan berpikir berlebihan atau overthinking. Namun, menurutnya, keduanya memiliki perbedaan, terutama dalam dorongan untuk mengambil tindakan setelah memikirkan suatu persoalan.
“Kalau orang-orang mungkin mikirnya semacam overthinking. Kalau di Talents Mapping disebutnya itu Intellection. Tapi berbeda dengan overthinking, kalau Intellection itu membutuhkan aksi,” imbuhnya.
Aninda menambahkan, orang dengan kecenderungan Intellection tidak sekadar memikirkan suatu hal berulang kali, tetapi juga terdorong untuk melakukan sesuatu berdasarkan hasil pemikirannya.
“Biasanya kalau overthinking, kita kepikiran sesuatu, terus kita tinggal ngapain-ngapain, lupa. Kalau Intellection enggak. Intellection itu meminta kita untuk langsung mengerjakannya,” beber Aninda.
Baca Juga: Ngantuk Tapi Otak Terjaga? Ini Alasan Medis Kenapa Kamu Lelah tapi Susah Tidur