Sudah menghabiskan waktu puluhan menit untuk mendapatkan base makeup yang dewy, mulus, dan glowing bak glass skin, tetapi baru beberapa jam beraktivitas, foundation justru mulai luntur?

Foundation yang awalnya tampak flawless bisa tiba-tiba mengumpul di sekitar hidung, bergeser di area pipi, hingga terlihat pecah dan menggumpal di beberapa bagian wajah.

Kondisi ini tentu bikin kesal, terlebih jika Anda sudah menggunakan setting powder dan berbagai produk makeup untuk membuat riasan lebih tahan lama.

Jika situasi tersebut terdengar familiar, jangan buru-buru menyalahkan teknik makeup atau produk yang digunakan. Ternyata, ada faktor biologis yang ikut berperan.

Mengutip Times of India, Selasa (1/9/2026), berikut alasan mengapa base makeup bisa lebih cepat luntur saat cuaca panas.

Suhu Panas Bisa Membuat Kulit Lebih Berminyak

Kulit bukanlah sekadar 'kanvas' tempat makeup menempel. Sebagai organ hidup, kulit terus bereaksi terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.

Salah satu faktor yang dapat memengaruhi ketahanan makeup adalah produksi sebum atau minyak alami kulit. Ketika suhu lingkungan meningkat, produksi sebum juga dapat meningkat.

Dalam kondisi panas, minyak berlebih di permukaan kulit kemudian bercampur dengan pigmen dan bahan pembentuk formula foundation. Akibatnya, makeup perlahan kehilangan daya lekatnya dan mulai bergeser.

Jadi, foundation yang tampak seperti 'meleleh' saat siang hari sebenarnya tidak selalu disebabkan oleh paparan sinar matahari secara langsung. Bisa jadi, minyak alami kulit yang meningkat justru menjadi salah satu penyebab utamanya.

Keringat dan Kelembapan Membuat Makeup Makin Sulit Bertahan

Selain sebum, keringat juga menjadi musuh base makeup, terutama ketika cuaca panas sekaligus lembap.

Dalam kondisi udara yang kering, keringat relatif lebih mudah menguap sehingga membantu mendinginkan tubuh. Namun, ketika kelembapan udara tinggi, proses penguapan keringat menjadi lebih sulit.

Akibatnya, keringat bertahan lebih lama di permukaan kulit dan bercampur dengan sebum. Permukaan wajah pun menjadi semakin licin.

Kondisi tersebut membuat lapisan makeup lebih mudah bergeser. Foundation yang sebelumnya menempel rata bisa mulai pecah, menggumpal, atau berpindah dari area yang seharusnya.

Itulah sebabnya makeup sering kali terasa jauh lebih sulit dipertahankan di daerah dengan cuaca panas dan lembap.

Terlalu Sering Keluar-Masuk Ruangan Ber-AC Juga Bisa Berpengaruh

Masuk ke ruangan ber-AC setelah berada di luar ruangan yang panas memang terasa menyegarkan. Namun, perubahan suhu yang ekstrem dan berulang ternyata juga dapat memengaruhi kondisi kulit.

AC dapat membuat udara di dalam ruangan menjadi lebih kering. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan transepidermal water loss (TEWL), yaitu proses ketika air menguap dari lapisan kulit.

Ketika kulit kehilangan kelembapan, teksturnya bisa terasa lebih kering. Di sisi lain, kulit juga dapat merespons kondisi tersebut dengan meningkatkan produksi minyak sebagai bagian dari mekanisme perlindungan.

Akibatnya, Anda bisa mengalami kondisi yang cukup membingungkan: kulit terasa kering di satu sisi, tetapi tampak berminyak di sisi lain.

Kombinasi kulit yang dehidrasi, produksi sebum, serta perubahan suhu dari luar ruangan ke dalam ruangan dapat membuat base makeup semakin sulit bertahan.

Baca Juga: Jangan Cuma Disemprot, Ini Cara Tepat Pakai Priming Mist Agar Makeup Flawless dan Gak Cakey